Close Menu
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Facebook X (Twitter) Instagram
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Indeks
Trending
  • Enggak Tercantum di LHKPN Febrie, Rumah Sentul Ternyata Milik Sang Anak
  • Review Lengkap Samsung Galaxy A27 5G: Keunggulan, Kekurangan dan Harganya
  • Tuchel Disorot Usai Inggris Tersingkir: Salah Taktik atau Mental Pemain?
  • Febrie Tak Tahu Brankas Berisi Emas Batangan dan Dolar di Rumah Sentul
  • Hotman Tidak Ngarep Imbalan Bela Febrie: Modal HP Bikin Penyidik Kocar-kacir
  • Ceceran Darah di Jembatan Bandar Khamir Membakar Amarah Iran
  • Tahunnya Rusia Pamer Kekuatan, Gelar Latihan Militer Estafet
  • Wasit Slavko Vincic: Pertanda Baik Spanyol atau Mimpi Buruk Argentina?
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
tutur.co.idtutur.co.id
Home»Makro»Kata Pengamat di Balik Euforia Pertumbuhan Ekonomi, Masyarakat Tetap Susah

Kata Pengamat di Balik Euforia Pertumbuhan Ekonomi, Masyarakat Tetap Susah

Makro Toto Pribadi15 Mei 2026 / 15:15 WIB
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Ekonom senior Wijayanto Samirin dalam podcast Bang Don Zuper Opini (Foto: Tutur)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Jakarta (tutur.co.id) – Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I tahun 2026 tembus di angka 5,61 persen secara tahunan (year-on-year/yoy). Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) langsung disambut euforia dalam hal ini pemerintah.

Ya, angka ini jika benar adanya maka menjadi salah satu capaian tertinggi dalam beberapa tahun terakhir dan melampaui ekspektasi banyak analis pasar. Tak heran jika Menko Perekonomian Airlangga Hartarto hingga Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa langsung ‘bernyanyi bahagia’.

Masih menurut BPS, Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia atas dasar harga berlaku mencapai Rp6.187,2 triliun, sedangkan atas dasar harga konstan mencapai Rp3.447,7 triliun pada triwulan pertama tahun ini.

Pertumbuhan tersebut menunjukkan bahwa aktivitas ekonomi domestik masih cukup kuat di tengah tekanan global yang berasal dari konflik geopolitik, volatilitas harga energi, hingga ketidakpastian pasar keuangan internasional.

Namun yang menjadi pertanyaan besar, ada beberapa sinyal bahwa ekonomi Indonesia tidak sedang baik-baik saja. Rupiah yang terus dihajar hingga merebaknya PHK menyisakan tanda tanya besar.

Ekonom senior Wijayanto Samirin mencoba memandang secara obyektif terkait pencapaian pertumbuhan ekonomi di angka 5.61 persen itu. Menurutnya, pencapaian itu harus dilihat secara komprehensif sehingga tak terlalu dini larut dalam euforia.

“Kita juga harus lihat apakah faktor yang menyebabkan pertumbuhan itu (5,61%) adalah sesuatu yang bisa direplikasi di kuartal-kuartal berikutnya. Tumbuh tinggi di kuartal 1 itu tidak meaningful ketika di kuartal 2 tumbuh rendah, kuartal 3, kuartal 4 juga. Karena ketiadaan event tadi misalnya,” kata Wijayanto Samirin dilansir dari podcast Bang Don Zuper Opini, Jumat 15 Mei 2026.

Menurut Wijayanto, pertumbuhan ekonomi di angka 5,61% itu memang ditopang berbagai event yang sifatnya tak bisa diulang di kuartal selanjutnya. Sepertinya misalnya momentum lebaran hingga government spending lewat program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP).

Baca Juga  Evaluasi Ekonomi, Menkeu dan Gubernur BI Rapat Koordinasi di DPR

Dalam kesempatan itu, Wijayanto juga menyoroti fakta bahwa angka pertumbuhan 5,61% itu tak terasa dampaknya di tengah masyarakat. Terlebih dengan nilai rupiah yang terus melorot hingga PHK besar-besaran yang terus terjadi.

“Ada dua kemungkinan pertama angkanya memang didoping jadi tinggi sehingga sesungguh di bawah itu dan yang kedua, tumbuh tapi tumbuhnya itu hanya dinikmati kalangan tertentu saja,” kata Wijayanto.

Wijayanto mencontohkan, program-program pemerintah seperti KDMP, spending yang dikeluarkan untuk membangun gedung dan membeli segala macamnya itu tidak dirasakan masyarakat. Begitu juga dengan MBG dimana masyarakat hanya menjadi konsumen saja sedangkan yang diuntungkan tentu hanya kalangan tertentu.

Hal itu yang menurut Wijayanto angka pertumbuhan ekonomi di angka 5,61 persen itu tak dirasakan masyarakat pada umumnya.

Bang Don Super Opini daya beli masyarakat headline Kurs Rupiah pertumbuhan ekonomi PHK Wijayanto Samirin
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleGaruda Indonesia Pangkas Rugi 45% pada Kuartal I-2026, Trafik Penumpang dan Pendapatan Naik
Next Article Dari Panggung ke Pena: Rhenald Kasali Bedah Perjalanan Dee Lestari Jadi Penulis

Berita Lainnya

Review Lengkap Samsung Galaxy A27 5G: Keunggulan, Kekurangan dan Harganya

18 Juli 2026 / 16:04 WIB

Hotman Tidak Ngarep Imbalan Bela Febrie: Modal HP Bikin Penyidik Kocar-kacir

18 Juli 2026 / 15:06 WIB

Ceceran Darah di Jembatan Bandar Khamir Membakar Amarah Iran

18 Juli 2026 / 14:58 WIB

Tahunnya Rusia Pamer Kekuatan, Gelar Latihan Militer Estafet

18 Juli 2026 / 14:19 WIB

Bukan Punya Febrie, Emas 74 Kg dan Uang Rp476 M Milik Yayasan Dakwah

18 Juli 2026 / 13:07 WIB

Beberkan Kejanggalan Kasus Febrie, Hotman: Ada Sesuatu yang Dikejar

18 Juli 2026 / 10:03 WIB
Form Komentar Cancel Reply

Mitsubishi Destinator Borong Dua Penghargaan FORWOT Car of The Year 2025

Sasha Widiawati18 Desember 2025 / 21:37 WIB

Enggak Tercantum di LHKPN Febrie, Rumah Sentul Ternyata Milik Sang Anak

18 Juli 2026 / 16:19 WIB

Review Lengkap Samsung Galaxy A27 5G: Keunggulan, Kekurangan dan Harganya

18 Juli 2026 / 16:04 WIB

Tuchel Disorot Usai Inggris Tersingkir: Salah Taktik atau Mental Pemain?

18 Juli 2026 / 16:00 WIB

Febrie Tak Tahu Brankas Berisi Emas Batangan dan Dolar di Rumah Sentul

18 Juli 2026 / 15:41 WIB

Hotman Tidak Ngarep Imbalan Bela Febrie: Modal HP Bikin Penyidik Kocar-kacir

18 Juli 2026 / 15:06 WIB

Copyright @ PT Tutur Media Digital

Bertutur Berdasar Fakta dan Data

Instagram TikTok X (Twitter) YouTube Facebook

Tentang
Redaksi
Alamat dan Kontak
Kode Perilaku Perusahaan

Disclaimer
Kode Etik
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.