Teheran (Tutur.co.id) – Pihak Teheran menegaskan bahwa Amerika Serikat tetap berkewajiban memberikan visa kepada tim nasional sepak bola Iran untuk tampil di Piala Dunia 2026, meski hubungan politik kedua negara masih tegang.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, mengatakan status Amerika Serikat sebagai salah satu tuan rumah Piala Dunia membuat negara tersebut memiliki tanggung jawab untuk memfasilitasi seluruh peserta turnamen.
“Kami melakukan segala upaya agar tidak ada masalah bagi tim nasional Iran selama mengikuti Piala Dunia di Amerika Serikat,” ujar Baghaei.
Ia menegaskan para pemain Iran datang ke Amerika Serikat murni untuk kepentingan olahraga dan tidak terkait dengan persoalan politik antara kedua negara.
“Pemain kami akan pergi ke Amerika Serikat semata-mata untuk Piala Dunia,” katanya.
Baghaei juga menekankan bahwa negara tuan rumah memiliki kewajiban untuk memastikan proses penerbitan visa berjalan tanpa diskriminasi.
“Visa anggota tim Iran harus diterbitkan tanpa mempertimbangkan masalah politik,” ujarnya.
Piala Dunia 2026 akan digelar bersama oleh Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko mulai 11 Juni hingga 19 Juli 2026. Iran sendiri telah memastikan lolos ke turnamen tersebut dan dijadwalkan memainkan beberapa pertandingan di wilayah Amerika Serikat.
Isu visa menjadi perhatian karena hubungan diplomatik antara Iran dan Amerika Serikat masih memburuk dalam beberapa tahun terakhir. Selain itu, pemerintah AS sebelumnya juga menerapkan pembatasan terhadap sejumlah warga Iran terkait kebijakan keamanan nasional.
Meski demikian, Iran berharap penyelenggaraan Piala Dunia tetap mengedepankan prinsip netralitas olahraga dan tidak dipengaruhi situasi politik internasional.

