Teheran (tutur.co.id) – Dua kapal yang mengangkut personel militer Amerika Serikat (AS) mendapat serangan saat melintasi Selat Hormuz pada Rabu 6 Mei 2026. Serangan ini tentu membuat suasana di Selat Hormuz kembali panas.
Dilansir dari NBC, serangan tersebut terjadi saat dua kapal tersebut tengah melakukan transit. Hingga berita ini diturunkan, belum jelas mengenai kerusakan atau korban akibat serangan mendadak tersebut. Teheran sendiri belum memberikan konfirmasi mengenai serangan mendadak terhadap dua kapal tersebut.
Situasi Selat Hormuz memang kembali panas setelah berakhirnya gencatan senjata antara Washington dan Teheran. Bahkan United Kingdom Maritime Trade Operations (UKMTO) menyebut jalur perdagangan di Selat Hormuz saat ini menjadi yang paling berbahaya di dunia.
Sebelumnya, Presiden Donald Trump telah mengumumkan penundaan sementara program “Freedom Project” atau pengawalan setiap kapal yang melintas di Selat Hormuz.
Komando Pusat AS (CENTCOM) menyatakan akan mengerahkan kapal perusak rudal berpemandu, lebih dari 100 pesawat berbasis darat dan laut, platform tak berawak multi-domain, dan 15.000 anggota layanan untuk mendukung operasi ini.

