Jakarta (tutur.co.id) — Pendaftaran calon paket direksi Bursa Efek Indonesia (BEI) di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) resmi ditutup pada Senin (4/5/2026). Hingga batas akhir, tercatat empat paket calon direksi telah mendaftarkan diri.
Salah satu kandidat datang dari Direktur Utama Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI), Iding Pardi yang mengonfirmasi telah mengajukan paketnya sejak pekan lalu.
“Paket kami sudah menyampaikan per Rabu minggu kemarin,” ujarnya.
Iding menekankan pentingnya transformasi model bisnis BEI, dari yang selama ini bertumpu pada aktivitas transaksi menjadi berbasis kepercayaan dan kualitas pasar.
“BEI harus beralih dari model pertumbuhan yang semula bertumpu pada aktivitas transaksi menuju model pertumbuhan yang bertumpu pada kepercayaan, kualitas pasar, kedalaman investor-emiten, ketahanan infrastruktur, modernisasi berbasis nilai, dan kesiapan kelembagaan,” jelasnya.
Selain Iding, Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI Irvan Susandy juga mengonfirmasi telah mendaftarkan paket calon direksinya. Ia tergabung dalam paket bersama Penjabat Sementara Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik.
“Pada dasarnya melanjutkan apa yang sudah dilakukan oleh IDX sekarang, sejalan dengan rencana-rencana OJK dan pemerintah RI,” kata Irvan.
Sebelumnya, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Hasan Fawzi menyebutkan telah menerima dua paket calon direksi sejak pekan lalu, sebelum akhirnya bertambah menjadi empat paket hingga penutupan pendaftaran.
Selanjutnya, proses seleksi akan berlanjut dengan penetapan jajaran direksi baru BEI yang dijadwalkan berlangsung pada akhir Juni 2026.

