Jakarta (tutur.co.id) – Israel baru saja menyepakati rencana untuk membeli dua skaudron pesawat tempur dari Amerika Serikat. Salah satunya pesawat tempur F-35. Apa kelebihan dari pesawat yang satu ini?
Pesawat siluman ini awalnya lahir dari program Joint Strike Fighter (JSF) yang dimulai pada akhir tahun 1990-an. Program ini dikerjakan Kementerian Pertahanan AS lewat kontraktor Lockheed Martin.
Dan jet tempur super canggih ini dilahirkan guna menggantikan peran beberapa pesawat model lama Amerika Serikat seperti F-16 Fighting Falcon, AV-8B Harrier II, dan F/A-18 Hornet yang tampaknya mulai dianggap usang.
Awal mulanya prototipe X-35 mendapat perhatian dunia setelah memenangkan kompetisi melawan Boeing X-32 karena dianggap unggul dalam performa STOVL (Short Take Off Vertical Landing) yang lebih solid.

Varian Pesawat Tempur F-35
Hingga saat ini ada tiga varian pesawat siluman andalan Amerika Serikat ini. Tiga varian ini dikembangkan dengan basis teknologi yang sama. Pertama, Varian F-35A yang merupakan versi standar untuk angkatan udara atau menggunakan runway biasa.
Lalu varian kedua adalah F-35B yang telah dilengkapi dengan teknologi lebih tinggi terutama penyematan STOVL sehingga membuat pesawat ini bisa dilontarkan dengan landasan yang lebih pendek dan mendarat vertical.
Dan yang terakhir adalah varian F-35C yang diproduksi untuk digunakan pada kapal-kapal induk. Pesawat tempur F-35C ini punya punya sayap yang lebih lebar dan landing gear yang kuat.
Pesawat tempur ini juga beberapa kali mengalami upgrade. Dan yang terbaru, pesawat tempur ini tak hanya terintegrasi senjata dasar dan stealth optimial saja tapi juga dilengkapi sensor lebih canggih, integrasi lebih banyak senjata, upgrade software dan AI-Assited targeting serta electronic warfare lebih kuat.
F-35 bukan hanya pesawat—ini adalah flying sensor node (node sensor terbang) dalam jaringan perang modern (network-centric warfare).
Kelebihan dan Kekurangan Pesawat Tempur F-35
- Stealth (Low Observable), pesawat menjadi sulit dideteksi radar (RCS sangat kecil) sehingga mampu menembus pertahanan udara modern
- Sensor Fusion (Kunci utama) dengan menggabungkan radar, IR, EW jadi satu tampilan sehingga pilot dapat memantau situassi secara superior
- Helmet Canggih (HMDS) tanpa HUD tradisional dan dapat melihat tembas badan pesawat via sensor
- Multirole Sejati dengan memadukan air superiority + strike + reconnaissance + EW. Dengan kata lain, satu platform untuk banyak misi
- Network Warfare yang berfungsi sebagai pusat data (data link battlefield) sehingga bisa berbagi target ke pesawat lain
Namun pesawat ini juga punya kelemahan, diantaranya biaya tinggi baik untuk operasional maupun maintenance. Lalu kompleksitas software tinggi sehingga sering delay upgrade. Kurang mumpuni untuk dogfight karena memang bukan menjadi focus utamanya laiaknya F-16 Fighting Falcon. Dan terakhir punya ketergantungan logistic digital.
Untuk rivalnya di udara, pesawat tempur F-35 ini punya beberapa musuh abadi seperti Sukhoi Su-57 dan Sukhoi Su-75 Checkmate milik Rusia hingga Chengdu J-20 buatan Tiongkok.

