Surabaya (tutur.co.id) – Basarnas Surabaya telah membuktikan kesiapannya dalam memberikan bantuan evakuasi terhadap anak buah kapal (ABK), Su Pyae (27) asal Myanmar yang mengalami sakit torsio testis.
Permintaan bantuan evakuasi ABK kapal MV Ocean Road, pertama kali diterima Kantor SAR Kelas A Surabaya dan kemudian segera mengerahkan tim rescue menuju ke titik intercept (pertemuan) dengan menggunakan KN SAR 249 Permadi.
Tim rescue menuju ke titik intercept (pertemuan) dengan menggunakan KN SAR 249 Permadi pukul 04.10 WIB dari Tanjung Perak menuju titik evakuasi di perairan laut utara Karang Jamuang.
Setelah menempuh perjalanan sejauh 65,2 mil laut dan memakan waktu sekitar 3 jam, Tim berhasil mendekat ke kapal MV Ocean Road.
“KN SAR 249 Permadi tiba di lokasi intercept pada pukul 06.40 WIB dan langsung melakukan proses sandar di lambung kiri MV Ocean Road,” ujar Nanang, Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya sekaligus SAR Mission Coordinator (SMC).
Setibanya di sana, Tim rescue yang terdiri dari Basarnas perawat RS PHC, serta perwakilan agen kapal, naik ke kapal dan melakukan pemeriksaan terhadap korban.
Kemudian korban dievakuasi ke KN SAR 249 Permadi, lalu tim bergegas bertolak kembali menuju Pelabuhan Tanjung Perak menempuh perjalanan sekitar 3 jam. sebelum tiba pukul 10.30 WIB.
Setibanya di Tanjung Perak, Su Pyae langsung dibawa ke RS PHC Surabaya untuk mendapatkan perawatan lanjutan.
“Dengan telah dievakuasinya Su Pyae ke RS PHC Surabaya, maka operasi SAR dinyatakan selesai dan ditutup,” kata Nanang.
Basarnas juga turut menyampaikan apresiasi kepada semua unsur yang berkolaborasi dalam operasi evakuasi ABK, di antaranya KSOP Utama Tanjung Perak, Ditpolairud Polda Jatim, Kantor Imigrasi Tanjung Perak, KKP Kelas I Surabaya, RS PHC Surabaya, Kantor Bea Cukai Tanjung Perak, serta perwakilan agen kapal.

