Bandung (tutur.co.id) – Persaingan gelar juara Super League Indonesia musim 2025/2026 semakin memanas. Hingga pekan ke-30, Persib Bandung dan Borneo FC sama-sama mengoleksi 69 poin dan menjadi pemuncak klasemen sementara.
Meski poin identik, Persib unggul dalam rekor head-to-head. Namun, dengan empat pertandingan tersisa, peluang juara masih sepenuhnya terbuka bagi kedua tim.
Di atas kertas, Persib memiliki jadwal yang relatif lebih bersahabat. Tiga dari empat lawan yang akan dihadapi berada di papan tengah hingga bawah klasemen.
Berikut jadwal sisa Persib:
- Senin (4/5): Persib vs PSIM
- Minggu (10/5): Persija vs Persib
- Minggu (17/5): PSM vs Persib
- Sabtu (23/5): Persib vs Persijap
Laga krusial tentu tersaji saat menghadapi Persija Jakarta dalam duel bertajuk Derbi Indonesia. Pertandingan ini berpotensi menjadi penentu arah perebutan gelar juara.
Jika mampu mengamankan poin penuh dari tiga laga lainnya, hasil di markas Persija bisa menjadi kunci keberhasilan Persib mengunci titel.
Berbeda dengan Persib, Borneo FC justru dihadapkan pada jadwal yang lebih menantang. Tiga dari empat lawan mereka berada di papan atas klasemen.
Berikut jadwal sisa Borneo FC:
- Selasa (5/5): Borneo vs Persita
- Senin (11/5): Bali United vs Borneo
- Minggu (17/5): Persijap vs Borneo
- Sabtu (23/5): Borneo vs Malut United
Laga melawan Bali United dan Malut United diprediksi menjadi ujian terberat bagi Pesut Etam. Kedua tim tersebut masih bersaing di papan atas dan berpotensi menjegal langkah Borneo.
Dari sisi venue, kedua tim memiliki situasi yang sama. Persib dan Borneo FC masing-masing akan menjalani dua laga kandang dan dua laga tandang.
Artinya, faktor konsistensi performa akan menjadi penentu utama, bukan sekadar keuntungan bermain di kandang.
Secara matematis, peluang kedua tim masih sama kuat. Namun jika melihat komposisi lawan, Persib sedikit lebih diunggulkan karena menghadapi lebih banyak tim papan bawah.
Meski begitu, tekanan mental di laga besar seperti Derbi Indonesia bisa menjadi faktor pembeda. Sementara itu, Borneo FC dituntut tampil konsisten menghadapi lawan berat di sisa musim.
Empat pertandingan terakhir ini akan menjadi fase krusial yang menentukan siapa yang layak mengangkat trofi Super League musim 2025/2026. (sas)

