Jakarta (tutur.co.id) – Pengamat transportasi Agus Pambagio membeberkan segudang masalah yang saat ini dihadapi PT Kereta Api Indonesia (KAI). Termasuk dengan sikap pemerintah yang terlihat senang ‘menyiksa’ atau kurang perhatin kepada PT KAI.
Ya, Agus Pambagio membeberkan segudang masalah yang harus dihadapi KAI. Hal itu ia sampaikan saat menjadi bintang tamu dalam podcast Bang Don Zuper Opini terkait tema tabrakan kereta yang terjadi di Stasiun Bekasi Timur beberapa Waktu lalu.
Menurut Agus, PT KAI saat ini dalam posisi sulit setelah pemerintah dianggap punya utang banyak kepada KAI. Padahal KAI butuh anggaran untuk mulai operasional hingga maintenance untuk dapat terus beroperasi dengan laiak.
“Zaman dulu saja perhatiannya kurang. Apalagi sekarang lebih parah. Saya akan bacakan total utang. Saat ada PSO (Public Service Obligation) khususnya dipakai untuk KRL itu yang paling padat, pada 2023 sebesar 587 miliar yang belum dibayarkan oleh pemerintah. Bayangkan itu PSO yang belum dibayarkan ke PT KAI untuk operasional,” kata Agus Pambagio.
Agus Pambagio menambahkan, PSO untuk tahun 2024 dan 2025 juga belum diberikan pemerintah sehingga jika ditotal dengan tahun 2024 maka sebesar Rp1,04 triliun belum dibayarkan pemerintah kepada PT KAI. Padahal itu untuk biaya operasional.
“Belum lagi dengan Infrastructure Maintenance and Operation (IMO) itu harus dibayarkan pemerintah yang nanti lawannya Track Access Charge (TAC) karena KAI juga harus bayar karena menggunakan rel, stasiun dan lain-lain. Tapi dalam kenyataannya sama ada selisih kurang bayar dari pemerintah di 2023 Rp2,68 triliun,” kata Agus.
Banyaknya menanggung beban inilah yang menurut Agus Pambagio posisi PT KAI saat ini memang tengah jungkir balik. Padahal, tentu memelihara dan operasional kereta tentu sangat besar cost yang diperlukan.
Buat Kawan Tutur, jangan lupa untuk menyaksikan perbincangan seru terkait carut marut moda transportasi kereta ini lewat Podcast Bang Don Zuper Opini yang akan tayang di TUTUR TV hari ini Jumat 1 Mei 2026 pukul 15.00 WIB.

