Jakarta (Tutur.co.id) – Polda Metro Jaya kini memfokuskan penanganan kecelakaan beruntun antara KRL dan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Timur pada dugaan human error, sembari tetap membuka kemungkinan gangguan sistem.
Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Budi Hermanto, menyatakan bahwa dua aspek utama tengah didalami secara paralel.
“Penyelidikan kami fokus pada dua hal utama, yakni kemungkinan kelalaian manusia dan kendala sistem. Semua masih dalam proses pendalaman,” kata Budi.
Peristiwa yang merenggut 16 nyawa itu bermula dari situasi yang tampak sederhana, namun berujung fatal. Sebuah taksi online dilaporkan mengalami gangguan dan berhenti di perlintasan sebidang Jalan Ampera. Keberadaan kendaraan itu menghambat laju KRL yang tengah melintas hingga akhirnya kereta berhenti di jalur.
Dalam jeda waktu yang singkat, kondisi berubah menjadi tragedi. KA Argo Bromo Anggrek relasi Surabaya Pasar Turi yang melaju di jalur yang sama menabrak KRL dari belakang. Benturan keras tak terhindarkan, menyebabkan kerusakan parah pada rangkaian kereta.
Penyidik kini berupaya mengurai setiap detik kejadian. Sopir taksi online yang diduga menjadi pemicu awal akan diperiksa, bersama para masinis dari kedua rangkaian kereta. Pemeriksaan ini ditujukan untuk merekonstruksi kronologi secara utuh—dari sebelum hingga saat kecelakaan terjadi.
Data sementara mencatat 106 korban dalam insiden tersebut. Sebanyak 16 orang meninggal dunia, sementara 90 lainnya mengalami luka-luka. Dari jumlah itu, 46 korban masih menjalani perawatan medis dan 44 orang telah diperbolehkan pulang.
“Penambahan korban meninggal dunia menjadi perhatian kami. Kami berharap tidak ada lagi korban tambahan,” ujar Budi.
Selain menggali kemungkinan human error, polisi juga menelusuri aspek teknis, termasuk potensi gangguan pada sistem komunikasi perkeretaapian. Olah tempat kejadian perkara dilakukan secara menyeluruh, disertai pengumpulan barang bukti dan pemeriksaan saksi-saksi.
Polda Metro Jaya memastikan proses hukum akan berjalan transparan dan profesional. Penetapan tersangka, menurut polisi, terbuka jika ditemukan unsur kelalaian yang berkontribusi terhadap kecelakaan.
Di tengah proses tersebut, perhatian terhadap korban tetap menjadi prioritas. Pendampingan medis dan psikologis terus diberikan, baik kepada korban selamat maupun keluarga korban meninggal.
Polisi juga mengingatkan pentingnya kewaspadaan publik, khususnya saat melintasi perlintasan sebidang. Disiplin dan kepatuhan terhadap aturan dinilai menjadi kunci untuk mencegah tragedi serupa terulang.

