Paris (Tutur.co.id) – Pelatih Bayern Muenchen Vincent Kompany tetap melihat peluang terbuka jelang leg kedua semifinal Liga Champions. Kekalahan 4-5 dari Paris Saint-Germain di Parc des Princes, Paris, memang meninggalkan pekerjaan besar. Namun, bagi Kompany, hasil itu juga menyisakan sesuatu yang tak kalah penting: harapan.
“Keyakinan dan perasaan itu sudah ada 100 persen. Kami membutuhkan penggemar dan dukungan mereka dengan semangat yang sama seperti saat melawan Madrid,” ujar Kompany, dikutip dari laman resmi klub, Rabu (29/4/2026).
Pertandingan leg pertama berjalan terbuka, bahkan cenderung liar. Bayern menunjukkan daya serang yang tajam, mencetak empat gol melalui Harry Kane, Michael Olise, Dayot Upamecano, dan Luis Diaz. Sebuah catatan yang, dalam banyak situasi, cukup untuk mengamankan kemenangan.
Namun, malam itu milik PSG. Dua gol dari Khvicha Kvaratskhelia, ditambah masing-masing satu gol dari Joao Neves dan dua gol Ousmane Dembele, membuat tuan rumah keluar sebagai pemenang dalam duel dengan tempo tinggi tersebut.
Hasil 5-4 itu menempatkan Bayern dalam posisi yang menuntut. Mereka harus menang dengan selisih minimal satu gol di leg kedua untuk membuka jalan ke final. Sementara itu, PSG hanya membutuhkan hasil imbang untuk melangkah lebih jauh. Meski demikian, Kompany memilih melihat sisi lain dari pertandingan di Paris yakni empat gol yang berhasil dicetak timnya.
“Meskipun demikian, empat gol di Paris menunjukkan bahwa kami mampu mencetak gol. Dan kami akan menunjukkannya lagi di kandang. Kami punya waktu seminggu untuk mengerjakan hal-hal yang perlu kami tingkatkan,” kata mantan pemain Manchester City tersebut..
Optimisme itu kini bertumpu pada leg kedua di kandang sendiri, di mana dukungan publik Allianz Arena diharapkan menjadi faktor pembeda. Dalam situasi seperti ini, sepak bola kerap menghadirkan cerita tentang kebangkitan. Bayern dengan sejarah panjangnya di Eropa bukan tim yang asing dengan skenario tersebut.

