Jakarta (tutur.co.id) — Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat jumlah investor pasar modal terus melonjak hingga mencapai 26.121.311 single investor identification (SID) per 24 April 2026.
Angka tersebut tumbuh signifikan sebesar 28,37% secara tahunan (year to date/ytd), mencerminkan tingginya minat masyarakat terhadap investasi di pasar modal Indonesia.
Sepanjang tahun berjalan, penambahan investor baru tercatat sebanyak 5.773.486 SID, dengan rata-rata pertumbuhan mencapai 50.645 investor per hari.
Di sisi lain, jumlah investor saham juga meningkat menjadi 9.523.625 SID atau tumbuh 10,69% (ytd). Penambahan investor saham baru mencapai 919.448 SID, dengan rata-rata 8.065 investor baru per hari.
Meski jumlah investor terus bertambah, pergerakan pasar justru menunjukkan tekanan dalam sepekan terakhir.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) BEI tercatat melemah 6,61% sepanjang periode 20–24 April 2026 dan ditutup di level 7.129,4, turun dari posisi 7.643 pada pekan sebelumnya.
Tak hanya itu, kapitalisasi pasar (market cap) juga mengalami penyusutan sebesar 6,59% menjadi Rp12.736 triliun dari sebelumnya Rp13.635 triliun.
Kondisi ini mencerminkan adanya divergensi antara pertumbuhan jumlah investor dengan kinerja pasar saham dalam jangka pendek.
Lonjakan jumlah investor mengindikasikan semakin luasnya partisipasi masyarakat, namun volatilitas pasar yang tinggi tetap menjadi tantangan, terutama di tengah tekanan sentimen global dan domestik.

