Jakarta (tutur.co.id) – Puluhan ojek online (ojol) yang bergabung dalam Perhimpunan Ojek Online (O2) Indonesia melakukan aksi di depan Kantor Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) di Menteng, Jakarta Pusat, Selasa 14 April 2026. Ternyata benar, demo ini terkait kritik Saiful Mujani beberapa waktu lalu.
“Pernyataannya sangat memprovokasi,” kata Ketua Umum Perhimpunan O2 Indonesia Cecep Saripudin yang menuding Pendiri SMRC Saiful Murjani yang mengajak menurunkan Presiden Prabowo Subianto sudah masuk delik makar.
Masih menurut Cecep, narasi dari Saiful Mujani adalah bentuk penghinaan terhadap rakyat. Pasalnya, Presiden Prabowo Subianto dipilih berdasarkan pemilihan umum. Ia juga menuding ajakan Saiful menurunkan presiden sejatinya ingin membuat negara kacau dengan politik adu domba.
Para pengunjuk rasa juga mendesak Saiful Mujani untuk meminta maaf atas pernyataannya kepada publik dan aparat kepolisian segera mengusut tuntas kasus ini. “Kami akan kembali lagi dengan massa yang lebih besar jika tidak didengar,” katanya.
Saiful Mujani sebelumnya menjadi pembicaraan karena pernyataannya mengenai Presiden Prabowo Subianto. Dalam acara halalbihalal bertajuk “Sebelum Pengamat Ditertibkan”, Saiful menyatakan bahwa cara menyelamatkan Indonesia adalah dengan menjatuhkan Presiden Prabowo Subianto.
Adapun kegiatan itu digelar di Beranda Utan Kayu pada Selasa, 31 Maret 2026. Acara itu digelar sebagai ruang silaturahmi sekaligus forum diskusi bagi para pengamat dari berbagai latar belakang. Selain Saiful Mujani, acara itu dihadiri pula oleh Feri Amsari, Islah Bahrawi, hingga Ubedilah Badrun.

