Teheran (Tutur.co.id) – Arus pelayaran di Selat Hormuz dilaporkan terhenti secara tiba-tiba setelah Presiden Donald Trump mengumumkan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran yang mulai berlaku pada Senin pukul 14.00 GMT (21.00 WIB).
Menurut laporan intelijen maritim berbasis di London yang dikutip oleh Lloyd’s List, lalu lintas kapal yang sebelumnya masih berjalan secara terbatas langsung berhenti total. Sejumlah kapal memilih berbalik arah di perairan Hormuz, menandakan meningkatnya kekhawatiran terhadap keamanan jalur pelayaran vital tersebut.
Situasi ini terjadi di tengah eskalasi langkah militer Amerika Serikat, termasuk operasi pembersihan ranjau di kawasan tersebut. Washington juga menuding Teheran tidak memenuhi komitmennya untuk membuka kembali jalur air internasional itu.
Keputusan blokade diambil setelah perundingan langsung antara Amerika Serikat dan Iran di Islamabad pada Sabtu (11/4/2026) berakhir tanpa kesepakatan. Negosiasi yang diharapkan menjadi jalan keluar konflik sejak 28 Februari itu justru menemui jalan buntu.
Padahal, pembicaraan tersebut berlangsung di bawah naungan gencatan senjata sementara selama dua pekan yang dimediasi oleh Pakistan sejak Selasa (7/4/2026).
Terhentinya aktivitas pelayaran di Selat Hormuz, yang merupakan salah satu jalur distribusi energi terpenting di dunia, menandai dampak langsung dari kebuntuan diplomasi sekaligus memperbesar risiko gangguan terhadap perdagangan global.

