Jakarta (tutur.co.id)- PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) menyelenggarakan pelatihan Kartini in Technology pada April 2026 yang diikuti 260 perempuan pelaku UMKM dari berbagai daerah secara hybrid, berdasar keterangan tertulis yang diterima Redaksi Tutur.
Program ini bertujuan meningkatkan kapasitas perempuan dalam memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk mendukung pengembangan bisnis, mulai dari pembuatan konten pemasaran hingga penguatan strategi komunikasi digital.
Inisiatif ini dilatarbelakangi peran strategis perempuan dalam perekonomian nasional melalui UMKM yang berkontribusi lebih dari 60 persen terhadap PDB dan menyerap hampir 97 persen tenaga kerja. Namun, percepatan digitalisasi menuntut peningkatan kapabilitas, khususnya dalam pemanfaatan teknologi AI agar bisnis tetap relevan dan kompetitif.
SGM Social Responsibility Telkom Indonesia Hery Susanto mengatakan pemberdayaan perempuan melalui teknologi menjadi langkah penting dalam menciptakan ekosistem digital yang inklusif.
“Telkom Indonesia berkomitmen membuka akses dan peluang yang setara dalam pemanfaatan teknologi, khususnya bagi perempuan pelaku UMKM. Momentum Hari Kartini menjadi pengingat bahwa perempuan tidak hanya berperan sebagai pengguna, tetapi juga kreator yang mampu menghasilkan nilai tambah melalui teknologi.

Dengan semangat Bersama Jadi Bisa, kami percaya perempuan Indonesia mampu menguasai AI untuk meningkatkan daya saing bisnisnya,” ujar Hery.
Melalui pelatihan ini, peserta dibekali keterampilan praktis seperti penyusunan copywriting pemasaran, pembuatan visual produk, hingga produksi video promosi berbasis AI. Pendekatan tersebut diharapkan membantu pelaku UMKM memperkuat branding sekaligus memperluas jangkauan pasar secara lebih optimal.
Lebih dari sekadar pelatihan, program ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan Telkom dalam memperkuat ekosistem digital nasional. Dengan mendorong adopsi teknologi di kalangan perempuan pelaku UMKM, Telkom turut membuka peluang ekonomi yang lebih luas sekaligus mempercepat transformasi digital yang merata.
Sejalan dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan ke-5 tentang kesetaraan gender dan tujuan ke-8 tentang pekerjaan layak serta pertumbuhan ekonomi, Telkom terus berupaya menghadirkan dampak sosial yang berkelanjutan. Telkom meyakini bahwa pemberdayaan perempuan melalui teknologi akan menjadi fondasi penting dalam membangun ekonomi Indonesia yang lebih tangguh dan inklusif.
Program Kartini in Technology juga merupakan bagian dari komitmen Telkom dalam menghadirkan literasi digital yang inklusif melalui inisiatif Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) bertajuk Bisa PandAI.
“Melalui program ini, Telkom mendorong masyarakat untuk tidak hanya melek digital, tetapi juga mampu memanfaatkan teknologi secara bijak dan produktif dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk peningkatan ekonomi,” tutup Hery.
Melalui inisiatif ini, Telkom mendorong perempuan pelaku UMKM untuk naik kelas dengan memanfaatkan teknologi digital, sekaligus memperkuat peran mereka dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

