Jakarta (tutur.co.id) – Doc Rivers resmi berpisah dengan Milwaukee Bucks setelah menjalani tiga musim yang penuh dinamika. Kabar ini pertama kali dilaporkan oleh Shams Charania dari ESPN.
Rivers meninggalkan Bucks dengan catatan kurang memuaskan, yakni rekor 97 kemenangan dan 103 kekalahan. Selama masa kepelatihannya, tim hanya mampu mencapai babak playoff dua kali, namun selalu tersingkir di putaran pertama. Pada musim 2025/2026, performa Bucks semakin menurun hingga gagal menembus playoff maupun play-in.
Musim ini menjadi salah satu periode tersulit bagi Milwaukee. Mereka mengakhiri kompetisi dengan rekor 32-50 dan finis di peringkat ke-11 Wilayah Timur. Hasil tersebut membuat Bucks gagal lolos ke NBA Playoffs untuk pertama kalinya sejak 2016.
Kekalahan telak 106-126 dari Philadelphia 76ers pada laga terakhir menjadi penutup pahit perjalanan musim ini.
Situasi internal tim juga disebut tidak kondusif. Sejumlah sumber menyebut adanya ketegangan antara Rivers dan beberapa pemain, yang berdampak pada suasana ruang ganti sepanjang musim.
Rivers mulai menangani Bucks pada Januari 2024, menggantikan Adrian Griffin yang sebelumnya mencatatkan performa impresif. Di sisa musim 2023/2024, Rivers mencatat rekor 17-19.
Pada musim penuh pertamanya (2024/2025), Bucks tampil cukup kompetitif dengan rekor 48-34 dan lolos ke playoff, meski kembali terhenti di babak pertama. Salah satu pencapaian terbaik Rivers adalah membawa tim menjuarai NBA Cup 2024.
Namun, inkonsistensi performa serta badai cedera yang menimpa pemain kunci seperti Giannis Antetokounmpo dan Damian Lillard menjadi faktor yang memengaruhi hasil tim dalam dua musim terakhir.
Kepergian Rivers membuat Milwaukee harus kembali mencari pelatih kepala baru. Ini akan menjadi pelatih ketiga Bucks dalam tiga musim terakhir. Manajemen juga dikabarkan tetap akan membayar sisa kontrak Rivers hingga musim 2026/2027.
Di sisi lain, Rivers tetap memiliki reputasi besar di dunia basket. Ia merupakan pelatih juara NBA bersama Boston Celtics pada musim 2007/2008, serta masuk jajaran pelatih dengan kemenangan terbanyak sepanjang sejarah liga.
Bahkan, Rivers juga dijadwalkan masuk ke Naismith Memorial Basketball Hall of Fame sebagai bagian dari kelas 2026.
Meski kariernya di Milwaukee berakhir kurang manis, pengalaman dan rekam jejak Rivers diyakini masih akan menjadi daya tarik bagi tim NBA lain di masa mendatang. (sas)

