Close Menu
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Facebook X (Twitter) Instagram
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Indeks
Trending
  • KPK Tahan Ma’ruf Cahyono Kasus Gratifikasi Setjen MPR
  • Langkah Bersejarah: Trump Resmi Coret Suriah dari Daftar Negara Sponsor Terorisme
  • PHE OSES Mulai CEOR Offshore Pertama di Indonesia
  • Misteri Penjagaan Rumah Jampidsus Terjawab, Kapuspen TNI: Ini Permintaan Resmi Kejagung!
  • PHE OSES Mulai Terapkan CEOR Offshore Pertama di Indonesia di Lapangan Rama
  • Eks Sekjen MPR Ma’ruf Cahyono Kembali Diperiksa KPK Kasus Gratifikasi
  • Profil Jampidsus Febrie Adriansyah: Daftar Kasus Besar yang Pernah Ditangani
  • Baterai Kendaraan Listrik Makin Canggih: Terbaru! Ngecas Hanya Butuh 6 Menit
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
tutur.co.idtutur.co.id
Home»Internasional»Gagal Damai dengan AS, Iran Pertimbangkan Tarif bagi Kapal di Selat Hormuz

Gagal Damai dengan AS, Iran Pertimbangkan Tarif bagi Kapal di Selat Hormuz

Internasional Deba Salamah13 April 2026 / 01:00 WIB
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Ilustrasi Selat Hormuz. ANTARA/Anadolu/py.
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Teheran (Tutur.co.id) – Ketegangan di kawasan Timur Tengah kembali meningkat setelah Iran mewacanakan penerapan pungutan bagi setiap kapal yang melintasi Selat Hormuz sebagai jalur strategis perdagangan energi dunia.

Ketua Komisi Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri Parlemen Iran, Ebrahim Azizi, menyatakan pemerintah perlu menetapkan sistem pengelolaan yang lebih ketat di Selat Hormuz dan Teluk Persia.

“Pemerintah harus menetapkan sistem pengelolaan dan pengendalian untuk Selat Hormuz dan Teluk Persia. Setiap kapal yang ingin masuk berdasarkan kepentingan nasional Iran harus membayar pungutan,” ujar Azizi.

Pernyataan tersebut muncul di tengah ketegangan diplomatik antara Iran dan Amerika Serikat, khususnya setelah perundingan kedua negara di Islamabad, Pakistan, berakhir tanpa kesepakatan.

Azizi menilai Washington justru lebih membutuhkan kesepakatan damai dibanding Teheran. Ia juga menegaskan bahwa Iran tidak menaruh kepercayaan terhadap Amerika Serikat dalam proses negosiasi.

Perundingan yang berlangsung pada Sabtu (11/4/2026) tersebut digelar setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan gencatan senjata sementara selama dua pekan. Namun, Wakil Presiden AS J.D. Vance menyatakan bahwa pembicaraan panjang tersebut gagal menghasilkan kesepakatan konkret, dan delegasi AS kembali ke negaranya tanpa hasil.

Dampak dari ketidakpastian tersebut mulai terasa di sektor pelayaran. Laporan Bloomberg menyebutkan dua kapal tanker minyak besar yakni Agios Fanourios I yang menuju Irak dan Shalamar berbendera Pakistan menuju Uni Emirat Arab memutuskan berbalik arah setelah kabar kegagalan perundingan.

Sementara itu, satu kapal lainnya, Mombasa B kelas Aframax, tetap melanjutkan pelayaran melalui jalur tersebut.

Rencana pungutan dari Iran, ditambah dengan ketidakpastian diplomatik, berpotensi memperburuk situasi di Selat Hormuz  serta meningkatkan kekhawatiran terhadap stabilitas ekonomi dan keamanan kawasan.

Baca Juga  Menlu Sugiono dan Ketua MPR Ahmad Muzani Siap Hadiri Pemakaman Ayatollah Khamenei
Amerika Serikat headline iran selat hormuz Timur Tengah
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticlePersib Kian Kokoh di Puncak Usai Tumbangkan Bali United 3-2
Next Article Garnacho Beberkan Alasan Tinggalkan Manchester United

Berita Lainnya

KPK Tahan Ma’ruf Cahyono Kasus Gratifikasi Setjen MPR

09 Juli 2026 / 16:57 WIB

Langkah Bersejarah: Trump Resmi Coret Suriah dari Daftar Negara Sponsor Terorisme

09 Juli 2026 / 15:50 WIB

Misteri Penjagaan Rumah Jampidsus Terjawab, Kapuspen TNI: Ini Permintaan Resmi Kejagung!

09 Juli 2026 / 15:07 WIB

Eks Sekjen MPR Ma’ruf Cahyono Kembali Diperiksa KPK Kasus Gratifikasi

09 Juli 2026 / 14:53 WIB

Profil Jampidsus Febrie Adriansyah: Daftar Kasus Besar yang Pernah Ditangani

09 Juli 2026 / 14:20 WIB

Baterai Kendaraan Listrik Makin Canggih: Terbaru! Ngecas Hanya Butuh 6 Menit

09 Juli 2026 / 13:27 WIB
Form Komentar Cancel Reply

BNI Hemat Energi 559 Ribu GJ Sepanjang 2025, Perkuat Operasional Ramah Lingkungan

Galuh Parantri26 Maret 2026 / 10:09 WIB

KPK Tahan Ma’ruf Cahyono Kasus Gratifikasi Setjen MPR

09 Juli 2026 / 16:57 WIB

Langkah Bersejarah: Trump Resmi Coret Suriah dari Daftar Negara Sponsor Terorisme

09 Juli 2026 / 15:50 WIB

PHE OSES Mulai CEOR Offshore Pertama di Indonesia

09 Juli 2026 / 15:27 WIB

Misteri Penjagaan Rumah Jampidsus Terjawab, Kapuspen TNI: Ini Permintaan Resmi Kejagung!

09 Juli 2026 / 15:07 WIB

PHE OSES Mulai Terapkan CEOR Offshore Pertama di Indonesia di Lapangan Rama

09 Juli 2026 / 15:05 WIB

Copyright @ PT Tutur Media Digital

Bertutur Berdasar Fakta dan Data

Instagram TikTok X (Twitter) YouTube Facebook

Tentang
Redaksi
Alamat dan Kontak
Kode Perilaku Perusahaan

Disclaimer
Kode Etik
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.