Close Menu
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Facebook X (Twitter) Instagram
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Indeks
Trending
  • Febrie Tak Tahu Brankas Berisi Emas Batangan dan Dolar di Rumah Sentul
  • Hotman Tidak Ngarep Imbalan Bela Febrie: Modal HP Bikin Penyidik Kocar-kacir
  • Ceceran Darah di Jembatan Bandar Khamir Membakar Amarah Iran
  • Tahunnya Rusia Pamer Kekuatan, Gelar Latihan Militer Estafet
  • Wasit Slavko Vincic: Pertanda Baik Spanyol atau Mimpi Buruk Argentina?
  • Bukan Punya Febrie, Emas 74 Kg dan Uang Rp476 M Milik Yayasan Dakwah
  • BPH Migas: Antrean BBM di SPBU Medan Berangsur Normal
  • Laporan Gratifikasi Ditolak, KPK Akan Panggil Menhut Raja Juli
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
tutur.co.idtutur.co.id
Home»Energi & Tambang»Ketergantungan Impor LPG RI Tembus 83,97% di Awal 2026

Ketergantungan Impor LPG RI Tembus 83,97% di Awal 2026

Energi & Tambang Gusti Tetiro09 April 2026 / 09:40 WIB
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Pertamina menyalurkan 6.720 tabung LPG 3 kg ke Aceh Tengah untuk menjamin pasokan energi masyarakat terdampak banjir dan longsor.
Pertamina menyalurkan 6.720 tabung LPG 3 kg ke Aceh Tengah untuk menjamin pasokan energi masyarakat terdampak banjir dan longsor.
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Jakarta (tutur.co.id) — Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengungkapkan ketergantungan Indonesia terhadap impor liquefied petroleum gas (LPG) terus meningkat pada awal 2026, seiring pertumbuhan konsumsi yang belum diimbangi produksi dalam negeri.

Sekretaris Ditjen Migas Kementerian ESDM Muhammad Rizwi Jilanisaf Hisjam menyampaikan, porsi impor LPG pada 2025 mencapai 80,58% dari total kebutuhan nasional.

“Pada tahun 2025 impor LPG mencapai 80,58% dari total kebutuhan. Sementara itu pada tahun 2026 hingga Februari ketergantungan impor LPG meningkat menjadi 83,97% dari total kebutuhan,” ujarnya dalam rapat bersama Komisi XII DPR, Rabu (8/4/2026).

Peningkatan tersebut terjadi seiring lonjakan konsumsi domestik. Rizwi mencatat, kebutuhan LPG nasional mencapai sekitar 25.000 metrik ton per hari pada 2025, dan meningkat menjadi 26.000 metrik ton per hari pada awal 2026.

Di sisi lain, kapasitas produksi dalam negeri masih belum mampu mengimbangi permintaan.

“Dari grafik yang kami sampaikan terlihat bahwa produksi dalam negeri masih jauh di bawah kebutuhan sehingga impor LPG tetap mendominasi pasokan nasional,” kata Rizwi.

Berdasarkan data Kementerian ESDM, sebagian besar impor LPG Indonesia hingga April 2026 masih berasal dari Amerika Serikat, diikuti Uni Emirat Arab, Arab Saudi, Qatar, Australia, Kuwait, serta China.

Namun, dinamika geopolitik global turut memengaruhi strategi pasokan energi nasional. Gangguan di jalur pelayaran Selat Hormuz mendorong pemerintah untuk mulai mengalihkan sumber impor.

“Dengan adanya kendala di Selat Hormuz, negara-negara lain selain Timur Tengah menjadi alternatif paling dominan untuk diupayakan importasi LPG-nya di tahun 2026,” ujarnya.

Kondisi ini mencerminkan tingginya kerentanan pasokan energi nasional terhadap faktor eksternal, sekaligus menjadi tantangan bagi pemerintah untuk memperkuat produksi dalam negeri dan diversifikasi sumber impor.

Baca Juga  Video: Blokade Kapal di Selat Hormuz Masuki Hari Kedua, Puluhan Kapal Tertahan
impor LPG Indonesia Kementerian ESDM ketahanan energi selat hormuz
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleTimnas Futsal Indonesia Hadapi Vietnam di Semifinal Piala AFF Futsal 2026
Next Article Wuling Pamer Formo Max dan Mitra EV di GIICOMVEC 2026

Berita Lainnya

BPH Migas: Antrean BBM di SPBU Medan Berangsur Normal

18 Juli 2026 / 12:45 WIB

Elnusa Petrofin Perkuat Distribusi BBM, Penyaluran di Sumatra Utara Berangsur Normal

17 Juli 2026 / 22:42 WIB

Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Bantah Isu Transporter Mogok Salurkan BBM

17 Juli 2026 / 17:49 WIB

Distribusi BBM Sumatera Utara Pulih, Antrean Menyusut dan Pasokan Aman Sentosa

17 Juli 2026 / 17:23 WIB

BBM Langka di Sumatera Utara, Komisi XII DPR RI Desak Pertamina Gerak Cepat

17 Juli 2026 / 15:48 WIB

Skema Ketat di Balik Solar Murah Kapal 30-200 GT

17 Juli 2026 / 15:34 WIB
Form Komentar Cancel Reply

BNI Optimistis Perjalanan Tim Thomas Jadi Modal Masa Depan Bulu Tangkis Indonesia

Galuh Parantri30 April 2026 / 21:24 WIB

Febrie Tak Tahu Brankas Berisi Emas Batangan dan Dolar di Rumah Sentul

18 Juli 2026 / 15:41 WIB

Hotman Tidak Ngarep Imbalan Bela Febrie: Modal HP Bikin Penyidik Kocar-kacir

18 Juli 2026 / 15:06 WIB

Ceceran Darah di Jembatan Bandar Khamir Membakar Amarah Iran

18 Juli 2026 / 14:58 WIB

Tahunnya Rusia Pamer Kekuatan, Gelar Latihan Militer Estafet

18 Juli 2026 / 14:19 WIB

Wasit Slavko Vincic: Pertanda Baik Spanyol atau Mimpi Buruk Argentina?

18 Juli 2026 / 13:30 WIB

Copyright @ PT Tutur Media Digital

Bertutur Berdasar Fakta dan Data

Instagram TikTok X (Twitter) YouTube Facebook

Tentang
Redaksi
Alamat dan Kontak
Kode Perilaku Perusahaan

Disclaimer
Kode Etik
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.