Teheran (Tutur.co.id) – Wakil Presiden Iran, Mohammad Reza Aref, menyatakan bahwa konflik terbaru di kawasan Timur Tengah menandai lahirnya babak baru dalam tatanan global. Ia bahkan menyebut Iran kini tampil sebagai pusat kekuatan baru dunia.
Dalam pernyataannya yang disiarkan melalui media pemerintah Iran, Press TV, Aref menyampaikan optimisme tinggi atas posisi negaranya pascakonflik. “Selamat pagi untuk kemenangan! Hari ini sejarah membuka lembaran baru—dunia telah menyambut pusat kekuatan baru, dan era Iran telah dimulai,” ujarnya.
Pernyataan tersebut mencerminkan klaim kemenangan Iran dalam konflik yang berlangsung beberapa pekan terakhir, yang berujung pada kesepakatan gencatan senjata sementara dengan Amerika Serikat.
Seiring dengan itu, Press TV juga menayangkan suasana perayaan di sejumlah kota besar di Irak. Warga terlihat turun ke jalan untuk merayakan apa yang disebut sebagai kemenangan Iran dalam menghadapi Amerika Serikat dan Israel.
Perayaan tersebut berlangsung setelah pengumuman gencatan senjata, yang turut diikuti oleh komitmen kelompok-kelompok perlawanan di kawasan. Salah satunya adalah kelompok “Islamic Resistance in Iraq”, yang menyatakan akan menghentikan operasi militer selama dua pekan sebagai bagian dari kesepakatan tersebut.
Sebelumnya, kelompok milisi pro-Iran itu diketahui aktif melancarkan serangan drone dan roket terhadap target-target Amerika Serikat di Irak, sebagai respons atas konflik regional yang melibatkan Teheran.
Di sisi lain, pandangan serupa juga datang dari penulis dan komentator Yahudi, Alon Mizrahi. Ia menilai bahwa Amerika Serikat, di bawah kepemimpinan Donald Trump, pada akhirnya menerima syarat yang diajukan Iran.
“Trump dipaksa menerima syarat Iran. Anda tahu kenapa? Karena Iran menang setiap hari dalam konflik ini,” ujar Mizrahi.
Rangkaian pernyataan tersebut muncul di tengah klaim Iran atas keberhasilan militernya, sekaligus menandai fase baru setelah tercapainya gencatan senjata sementara pada awal April 2026. Meski demikian, dinamika geopolitik di kawasan masih terus berkembang, dengan berbagai pihak menyampaikan narasi dan kepentingan masing-masing.

