Close Menu
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Facebook X (Twitter) Instagram
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Indeks
Trending
  • Hotman Tidak Ngarep Imbalan Bela Febrie: Modal HP Bikin Penyidik Kocar-kacir
  • Ceceran Darah di Jembatan Bandar Khamir Membakar Amarah Iran
  • Tahunnya Rusia Pamer Kekuatan, Gelar Latihan Militer Estafet
  • Wasit Slavko Vincic: Pertanda Baik Spanyol atau Mimpi Buruk Argentina?
  • Bukan Punya Febrie, Emas 74 Kg dan Uang Rp476 M Milik Yayasan Dakwah
  • BPH Migas: Antrean BBM di SPBU Medan Berangsur Normal
  • Laporan Gratifikasi Ditolak, KPK Akan Panggil Menhut Raja Juli
  • Telkom Perkuat Kolaborasi AI Nasional Lewat AIcosystem di InnoVibes 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
tutur.co.idtutur.co.id
Home»Energi & Tambang»Banggar DPR Dorong Reformasi Subsidi Energi di Tengah Risiko Perang Teluk

Banggar DPR Dorong Reformasi Subsidi Energi di Tengah Risiko Perang Teluk

Energi & Tambang Gusti Tetiro08 April 2026 / 18:22 WIB
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Ketua Badan Anggaran DPR RI Said Abdullah. ANTARA/HO-DPR RI
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Jakarta (tutur.co.id) — Badan Anggaran (Banggar) DPR RI mendorong pemerintah segera memulai reformasi kebijakan subsidi energi di tengah meningkatnya ketidakpastian global akibat konflik di Timur Tengah.

Ketua Banggar DPR RI, Said Abdullah, menilai langkah tersebut penting karena tidak ada kepastian kapan konflik antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel akan berakhir.

“Jika reformasi dilakukan lebih awal, pemerintah akan memiliki ruang fiskal lebih besar untuk menghadapi potensi oil shock,” ujarnya dalam keterangan seperti dilansir Antara di Jakarta, Rabu.

Said menekankan subsidi elpiji perlu diarahkan secara lebih tepat sasaran, yakni kepada 40 persen rumah tangga berpendapatan rendah atau desil 6 ke bawah, seperti pelaku usaha mikro, nelayan kecil, serta petani dan buruh tani.

Untuk memastikan ketepatan sasaran, ia mengusulkan penggunaan data yang akurat dan sistem biometrik bagi penerima manfaat. Sebagai contoh, India telah menerapkan sistem identitas biometrik Aadhaar yang terintegrasi dengan rekening perbankan penerima subsidi.

Melalui sistem tersebut, penyaluran subsidi dilakukan secara non-tunai dan hanya dapat digunakan untuk membeli elpiji menggunakan verifikasi biometrik, sehingga meminimalkan potensi penyalahgunaan.

“Memang di awal akan membutuhkan upaya besar, tetapi ke depan pemerintah akan memiliki basis data subsidi yang kuat dan terdigitalisasi,” jelasnya.

Sebagai konsekuensi dari subsidi yang lebih tertutup, harga elpiji 3 kilogram di pasar dapat disesuaikan menjadi harga keekonomian. Langkah ini dinilai dapat mengurangi beban subsidi negara secara signifikan.

Untuk subsidi bahan bakar minyak (BBM), Said juga mendorong evaluasi sistem distribusi melalui aplikasi MyPertamina. Ia meminta PT Pertamina melakukan sinkronisasi data pengguna subsidi dengan data kepemilikan kendaraan bermotor (STNK).

Dengan demikian, subsidi BBM dapat difokuskan kepada kelompok yang benar-benar membutuhkan, seperti nelayan kecil, petani, dan pelaku UMKM pengguna sepeda motor. Sementara itu, kendaraan roda empat diusulkan tidak lagi menikmati subsidi, kecuali kendaraan niaga tertentu untuk menjaga stabilitas harga pangan.

Baca Juga  Hasil Riset: Sentimen Publik Terhadap Isu BBM Didominasi Kewaspadaan Tinggi

Di sektor kelistrikan, Said juga meminta PT PLN melakukan validasi ulang penerima subsidi listrik dengan mengintegrasikan data Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas).

Ia menilai rumah tangga yang lebih mampu perlu secara bertahap keluar dari golongan pelanggan 900 VA ke bawah, agar subsidi dapat dialihkan kepada masyarakat miskin yang lebih berhak.

Selain itu, PLN didorong mengembangkan program kompor listrik bagi rumah tangga miskin sebagai alternatif penggunaan elpiji subsidi.

Dengan berbagai langkah tersebut, Said menilai pemerintah dapat mengurangi beban subsidi energi sekaligus meningkatkan ketepatan sasaran bantuan di tengah tekanan global.

Banggar DPR BBM dan elpiji headline reformasi subsidi subsidi energi
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleJK Sebut Tudingan Danai Isu Ijazah Jokowi Sebagai Penghinaan
Next Article BNI–PBSI Perkuat Langkah Atlet Indonesia di BAC 2026

Berita Lainnya

Hotman Tidak Ngarep Imbalan Bela Febrie: Modal HP Bikin Penyidik Kocar-kacir

18 Juli 2026 / 15:06 WIB

Ceceran Darah di Jembatan Bandar Khamir Membakar Amarah Iran

18 Juli 2026 / 14:58 WIB

Tahunnya Rusia Pamer Kekuatan, Gelar Latihan Militer Estafet

18 Juli 2026 / 14:19 WIB

Bukan Punya Febrie, Emas 74 Kg dan Uang Rp476 M Milik Yayasan Dakwah

18 Juli 2026 / 13:07 WIB

BPH Migas: Antrean BBM di SPBU Medan Berangsur Normal

18 Juli 2026 / 12:45 WIB

Beberkan Kejanggalan Kasus Febrie, Hotman: Ada Sesuatu yang Dikejar

18 Juli 2026 / 10:03 WIB
Form Komentar Cancel Reply

Lupa Tata Cara Salat Idulfitri, Begini Panduan Menurut MUI

Adi P20 Maret 2026 / 20:35 WIB

Hotman Tidak Ngarep Imbalan Bela Febrie: Modal HP Bikin Penyidik Kocar-kacir

18 Juli 2026 / 15:06 WIB

Ceceran Darah di Jembatan Bandar Khamir Membakar Amarah Iran

18 Juli 2026 / 14:58 WIB

Tahunnya Rusia Pamer Kekuatan, Gelar Latihan Militer Estafet

18 Juli 2026 / 14:19 WIB

Wasit Slavko Vincic: Pertanda Baik Spanyol atau Mimpi Buruk Argentina?

18 Juli 2026 / 13:30 WIB

Bukan Punya Febrie, Emas 74 Kg dan Uang Rp476 M Milik Yayasan Dakwah

18 Juli 2026 / 13:07 WIB

Copyright @ PT Tutur Media Digital

Bertutur Berdasar Fakta dan Data

Instagram TikTok X (Twitter) YouTube Facebook

Tentang
Redaksi
Alamat dan Kontak
Kode Perilaku Perusahaan

Disclaimer
Kode Etik
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.