Madrid (Tutur.co.id) – Masa depan Marc Marquez kembali menjadi perbincangan hangat di paddock MotoGP. Pembalap andalan Ducati Lenovo Team itu disebut berpotensi mengambil keputusan besar—bahkan pensiun—jika berhasil merebut gelar juara dunia musim 2026.
Spekulasi ini mencuat di tengah performa Marquez yang belum sepenuhnya meyakinkan pada awal musim. Meski digadang-gadang sebagai kandidat kuat juara, ia belum mampu naik podium dalam balapan utama hingga tiga seri pertama.
Padahal, musim sebelumnya Marquez tampil luar biasa dengan merebut gelar juara dunia ketujuh di kelas utama. Pencapaian itu membuatnya sejajar dengan Valentino Rossi dan hanya terpaut satu gelar dari rekor milik Giacomo Agostini.
Namun, keberhasilan tersebut disebut membawa konsekuensi besar, terutama dari sisi fisik dan mental. Mantan pembalap MotoGP, Marco Melandri, menilai perjuangan Marquez musim lalu sangat menguras energi.
“Ia masih menjadi pembalap paling komplet, meski mungkin tidak se-eksplosif tahun lalu. Usaha mental untuk merebut kembali gelar sangat menguras,” ujar Melandri.
Selain faktor mental, kondisi fisik Marquez juga belum sepenuhnya pulih. Cedera bahu yang dialaminya sejak musim lalu masih menjadi bayang-bayang. Bahkan, Andrea Dovizioso menilai kondisi tersebut lebih serius dari yang terlihat.
Di tengah situasi tersebut, Marquez tetap dianggap sebagai salah satu penantang utama gelar. Namun, persaingan dipastikan semakin ketat, terutama dengan munculnya performa impresif dari Marco Bezzecchi.
Melandri bahkan melontarkan prediksi berani terkait masa depan sang juara dunia.
“Jika dia kembali juara, jangan kaget jika dia memutuskan pensiun di akhir musim,” katanya.
Menurutnya, meraih gelar kesepuluh di ajang grand prix akan menjadi puncak sempurna bagi Marquez untuk menutup kariernya sebagai legenda MotoGP.
Saat ini, kontrak Marquez bersama Ducati akan berakhir pada akhir musim 2026. Meski ada indikasi perpanjangan hingga 2027, proses negosiasi disebut masih tertunda, seiring dinamika pembahasan kesepakatan komersial baru di MotoGP.

