Teheran (Tutur.co.id) – Suasana haru menyelimuti prosesi pemakaman Kepala Staf Angkatan Bersenjata Iran, Abdolrahim Mousavi, yang digelar di Qom pada akhir Maret 2026. Di tengah ribuan pelayat yang hadir, sebuah momen emosional terekam ketika sang istri memberikan penghormatan terakhir dengan salam militer di hadapan jenazah suaminya.
Rekaman yang disiarkan media pemerintah Iran, termasuk Press TV, memperlihatkan sang istri berdiri tegak dengan penuh ketegaran sebelum mengangkat tangan dalam gestur penghormatan militer. Aksi tersebut menjadi simbol perpisahan terakhir yang sarat makna, sekaligus bentuk penghormatan atas pengabdian sang jenderal.
Prosesi pemakaman berlangsung dengan pengawalan militer ketat dan dihadiri ribuan warga serta pejabat dari kalangan militer dan sipil. Iring-iringan pelayat membawa bendera nasional serta simbol-simbol keagamaan, mencerminkan duka mendalam atas kepergian salah satu tokoh penting di struktur pertahanan Iran.
Mayor Jenderal Abdolrahim Mousavi, yang menjabat sebagai Kepala Staf Angkatan Bersenjata sejak 2025, dilaporkan tewas dalam serangan udara di tengah konflik yang masih berlangsung di kawasan. Kepergiannya disebut sebagai bagian dari rangkaian serangan yang menargetkan jajaran pimpinan militer Iran.

