Beijing (Tutur.co.id) – China kembali menunjukkan ambisinya dalam pengembangan teknologi tanpa awak dengan menguji coba drone kargo berat terbaru bernama Changying-8 (CY-8). Uji coba ini dilaporkan oleh media pemerintah China Central Television (CCTV) dan kemudian dikutip sejumlah media internasional pada awal April 2026.
Drone ini dijuluki sebagai “truk udara tanpa awak” karena kemampuannya mengangkut muatan hingga 3,5 ton serta menjangkau jarak lebih dari 3.000 kilometer tanpa pilot. Kapasitas tersebut menempatkan CY-8 sebagai salah satu platform logistik udara tanpa awak dengan daya angkut besar.
Menurut laporan tersebut, CY-8 dirancang untuk memenuhi berbagai kebutuhan logistik, mulai dari distribusi bantuan kemanusiaan di wilayah terpencil, penyaluran bantuan bencana, hingga dukungan operasi militer di medan sulit.
Pengembangan drone ini merupakan bagian dari langkah China dalam memperkuat sistem logistik berbasis teknologi modern. Kemampuan membawa beban besar dan menjangkau wilayah luas dinilai mampu meningkatkan efisiensi distribusi, terutama di daerah yang memiliki keterbatasan akses infrastruktur.
Selain untuk kepentingan sipil, teknologi ini juga membuka peluang pemanfaatan dalam konteks militer, seperti pengiriman logistik di area konflik tanpa melibatkan risiko langsung terhadap personel.
Dalam beberapa tahun terakhir, penggunaan drone untuk keperluan logistik memang menjadi tren global. Sejumlah negara berlomba mengembangkan teknologi serupa untuk meningkatkan efisiensi operasional, baik dalam sektor sipil maupun pertahanan.

