Washington DC (Tutur.co.id) – Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengungkapkan bahwa pemerintahannya tengah mempertimbangkan secara serius kemungkinan menarik diri dari NATO, di tengah ketegangan yang meningkat terkait konflik dengan Iran.
Dalam wawancara dengan media Inggris, The Telegraph, Trump menyatakan bahwa opsi tersebut kembali menjadi bahan pertimbangan setelah aliansi militer itu dinilai tidak memberikan dukungan yang diharapkan dalam menghadapi Iran.
“Oh, ya, saya ingin mengatakan bahwa itu sudah jauh kami pertimbangkan lagi,” ujarnya ketika ditanya mengenai kemungkinan peninjauan ulang keanggotaan Amerika Serikat di NATO.
Trump juga menyampaikan pandangannya yang kritis terhadap NATO, yang ia sebut sebagai “macan kertas”—sebuah organisasi yang tampak kuat, namun dinilainya tidak memiliki kekuatan nyata dalam situasi krisis. Ia menambahkan bahwa persepsi tersebut, menurutnya, juga disadari oleh pihak Rusia.
Pernyataan ini muncul di tengah eskalasi konflik yang terjadi sejak akhir Februari 2026, ketika Amerika Serikat bersama Israel melancarkan serangan terhadap Iran, termasuk di ibu kota Teheran. Serangan tersebut dilaporkan menyebabkan kerusakan serta korban jiwa di kalangan warga sipil.
Sebagai respons, Iran melancarkan serangan balasan yang menargetkan wilayah Israel serta sejumlah fasilitas militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.
Situasi ini menambah ketegangan geopolitik global, sekaligus membuka kembali perdebatan mengenai peran dan soliditas aliansi militer Barat dalam menghadapi konflik berskala internasional.

