Jakarta (Tutur.co.id) – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kini tengah digoyang dari dalam menyusul maraknya gerakan ‘No Kings’. Trump dikritik rakyatnya sendiri karena dianggap bergaya bak seorang raja.
Gaya kepemimpinan Trump ini dianggap otoriter, anti-demokrasi, dan bertindak seperti raja (monarki) dari pada seorang presiden. Terutama terkait kebijakan imigrasi, pemberantasan korupsi dan terancamnya demokrasi di AS.
Nah, lewat podcast Bang Don Zuper Opini, pengamat Hubungan Internasional UI, Profesor Suzie Sudarman membeberkan banyak hal menarik terkait Gerakan No Kings yang terjadi di Amerika Serikat.
“No Kings ini Gerakan untuk menjawab tantangan yang dating dari Trump karena Trump dikenal seorang grifter (penipu) yang melakukan emolument atau menanfaaatkan posisinya untuk mendapat uang,” kata Profesor Suzie.
Masih menurut Prof Suzie, tudingan itu juga didukung lewat pernyataan seorang anggota kongres yang menuding Trump telah berhasil menghimpun berapa billion dollar untuk kantong sendiri.
Sosok Donald Trump, lanjut Prof Suzie, sejatinya terpilih sebagai presiden Amerika Serikat karena berhasil menipu rakyat Amerika Serikat lewat jalur media sosial saat kampanye pilpres.
“Awal pemerintahan ini diawali dengan pernyataan distate (rasa tidak suka) yang merugikan Amerika dengan menggunakan internet dan media social untuk menjadikan alat memenangkan seseorang. Meski orang itu tidak disukai,” kata Prof Suzie.
Untuk menyaksikan langsung pembahasan menarik dari Profesor Suzie lewat tayangan youtube Bang Don Zuper Opini yang akan tayang hari ini pukul 20.00 WIB.

