Jakarta (tutur.co.id) — Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) diperkirakan bergerak fluktuatif pada perdagangan Selasa (31/3/2026), seiring dinamika pasar global dan tekanan jangka pendek.
Pengamat pasar komoditas, Ibrahim Assuaibi, memproyeksikan harga emas Antam berada dalam rentang Rp2.750.000 hingga Rp2.920.000 per gram sepanjang pekan ini.
“Jika turun, support pertama di Rp2.815.000 per gram. Support kedua di Rp2.750.000 per gram,” ujarnya dalam keterangan, dikutip Senin (30/3/2026).
Sebaliknya, jika harga menguat, resistance pertama diperkirakan berada di Rp2.855.000 per gram, dengan potensi penguatan lanjutan hingga Rp2.920.000 per gram dalam sepekan ke depan.
Berdasarkan data terbaru dari laman Logam Mulia, harga emas Antam tercatat turun Rp30.000 menjadi Rp2.807.000 per gram. Penurunan ini terjadi setelah sebelumnya sempat menguat Rp27.000 ke level Rp2.837.000 per gram pada Sabtu (28/3/2026).
Meski mengalami koreksi, harga emas Antam masih berada jauh di bawah rekor tertinggi sepanjang masa (all time high/ATH) di level Rp3.168.000 per gram yang tercatat pada 29 Januari 2026.
Dari sisi transaksi, harga beli kembali (buyback) emas Antam juga mengalami penurunan signifikan. Pada Senin (30/3/2026), harga buyback turun Rp36.000 menjadi Rp2.425.000 per gram.
Perlu diperhatikan, transaksi jual kembali emas dikenakan pajak sesuai ketentuan PMK No 34/PMK.10/2017. Untuk penjualan di atas Rp10 juta, dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) 22 sebesar 1,5% bagi pemilik NPWP dan 3% bagi non-NPWP, yang dipotong langsung dari nilai transaksi.
Sementara itu, pembelian emas batangan juga dikenakan PPh 22 sebesar 0,45% untuk pemilik NPWP dan 0,9% bagi non-NPWP.
Daftar Harga Emas Antam (30 Maret 2026):
0,5 gram: Rp1.453.500
1 gram: Rp2.807.000
2 gram: Rp5.554.000
3 gram: Rp8.306.000
5 gram: Rp13.810.000
10 gram: Rp27.565.000
25 gram: Rp68.787.000
50 gram: Rp137.495.000
100 gram: Rp274.912.000
250 gram: Rp687.015.000
500 gram: Rp1.373.820.000
1.000 gram: Rp2.747.600.000
Di tengah volatilitas harga, emas masih menjadi instrumen lindung nilai (safe haven) yang diminati investor, terutama saat ketidakpastian global meningkat. Namun, dalam jangka pendek, pergerakan harga diperkirakan akan tetap fluktuatif mengikuti sentimen pasar.

