Tokyo (Tutur.co.id) – Pemerintah menyampaikan penghormatan tertinggi kepada prajurit TNI yang gugur saat menjalankan misi perdamaian internasional di Lebanon. Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan pengabdian dalam menjaga stabilitas dan keamanan global di bawah naungan United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL).
Prajurit yang gugur diketahui bernama Praka Farizal Rhomadhon, yang menjabat sebagai Taban Provost 1 Ru Provost Kompi Markas (Kima) Yonif 113/JS. Ia meninggal dunia akibat serangan militer Israel di wilayah Lebanon Selatan, yang juga menyebabkan tiga prajurit TNI lainnya mengalami luka-luka.
Menteri Luar Negeri Sugiono menegaskan bahwa negara memberikan penghormatan setinggi-tingginya atas pengorbanan tersebut. Pernyataan itu disampaikan di sela kunjungan kerja bersama Presiden Prabowo Subianto di Tokyo, Jepang, Senin (30/3/2026).
“Kita beri penghormatan yang setinggi-tingginya dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada prajurit kita yang gugur,” ujar Sugiono.
Ia menilai, para prajurit yang bertugas di misi perdamaian tidak hanya membawa nama baik Indonesia, tetapi juga menjalankan misi kemanusiaan yang memiliki arti penting bagi perdamaian dunia.
“Mereka memberikan yang terbaik bukan hanya bagi nama bangsa dan negara, tetapi juga untuk misi kemanusiaan yang sangat penting bagi kelangsungan hidup manusia,” ungkapnya.
Terkait proses pemulangan jenazah, pemerintah memastikan langkah cepat dan terkoordinasi akan dilakukan. Kemenlu telah menginstruksikan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Beirut untuk terus memantau kondisi para personel serta menyiapkan proses pemulasaraan jenazah.
“Kami menugaskan KBRI Beirut untuk terus memonitor perkembangan prajurit-prajurit kita dan menyiapkan langkah-langkah pemulasaraan jenazah,” tegas Sugiono.
Di sisi lain, pemerintah Indonesia juga mendesak dilakukannya investigasi menyeluruh atas insiden tersebut. Upaya diplomasi terus didorong agar ketegangan dapat segera diturunkan dan konflik tidak semakin meluas.
“Meminta investigasi penuh dari UNIFIL untuk menemukan sumber insiden ini, dan sekali lagi meminta semua pihak melakukan deeskalasi,” pungkasnya.

