Jakarta (Tutur.co.id) – Iran kembali meningkatkan eskalasi perang dengan meluncurkan serangan terbaru, Gelombang ke-83 dari Operasi Janji Sejati 4. Serangan ini terdiri dari kombinasi rudal balistik dan drone yang ditujukan basis tentara Zionis.
Menurut laporan media pemerintah Iran, IRIB, serangan ini bukan sekadar kelanjutan operasi militer, tetapi juga menunjukkan intensitas konflik yang belum mereda. Sejak perang pecah, Iran secara bertahap meningkatkan frekuensi dan skala serangan, menandai perubahan dari respons sporadis menjadi kampanye militer berlapis dan berkelanjutan mereka.
Yang menarik, sekaligus janggal, adalah simbolisme yang menyertainya. IRIB melaporkan bahwa sejumlah rudal yang diluncurkan dalam gelombang ini bertuliskan pesan dalam bahasa Inggris, thank you (terima kasih) yang ditujukan kepada masyarakat global. Pesan itu diduga sebagai bentuk propaganda, mencoba membingkai serangan sebagai bagian dari narasi perlawanan yang lebih luas.
Di medan tempur, dampaknya tetap nyata. Serangan rudal dan drone Iran dalam beberapa hari terakhir telah menjangkau berbagai wilayah, tidak hanya Israel tetapi juga negara-negara lain di kawasan, dengan sebagian berhasil dicegat oleh sistem pertahanan udara.
Namun, efektivitas bukan satu-satunya tujuan. Dengan menyematkan pesan pada rudal, Iran tampaknya ingin mengirim sinyal politik bahwa perang ini tidak hanya ditujukan kepada musuh langsung, tetapi juga untuk membangun opini global.

