Jakarta (tutur.co.id) — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan bergerak terbatas pada perdagangan Jumat (27/3/2026), di tengah tekanan eksternal yang masih kuat dan aksi jual investor asing yang belum mereda. Kondisi ini membuat pelaku pasar cenderung berhati-hati dan memilih posisi wait and see.
Pada penutupan Kamis (26/3/2026), IHSG terkoreksi 1,89% ke level 7.164, disertai aksi net sell asing sebesar Rp1,93 triliun di pasar reguler. Pelemahan tersebut dipicu oleh aksi profit taking di tengah meningkatnya ketidakpastian geopolitik, khususnya terkait belum jelasnya arah negosiasi gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran, yang mendorong perubahan sikap investor global ke arah risk-off.
Menurut BRI Danareksa Sekuritas, secara teknikal IHSG masih berpotensi bergerak dalam rentang terbatas pada jangka pendek. “Dari sisi teknikal, IHSG diperkirakan bergerak terbatas dengan rentang support 7.100 dan resistance 7.300–7.340,” tulis risetnya.
Tekanan dari sentimen global juga tercermin dari pelemahan bursa saham Amerika Serikat. Indeks Dow Jones Industrial Average turun 1,01% ke level 45.960,1, diikuti penurunan S&P 500 sebesar 1,74% ke 6.477,16, serta Nasdaq yang melemah 2,38% ke level 21.408,08. Penurunan ini dipicu oleh kekhawatiran terhadap lonjakan harga energi, khususnya minyak dan gas, yang berpotensi meningkatkan tekanan inflasi global.
Selain itu, arus keluar dana asing dari pasar domestik masih menjadi faktor penahan utama bagi penguatan IHSG. Dalam situasi seperti ini, pasar cenderung sensitif terhadap sentimen eksternal dan pergerakan aset global.
Di sisi lain, MNC Sekuritas melihat IHSG masih berada dalam fase koreksi secara teknikal. Dalam skenario utama, indeks diperkirakan masih berpotensi melemah ke kisaran 6.745–6.887 sebagai bagian dari pola gelombang korektif. Namun dalam skenario terbaik, IHSG berpeluang menyelesaikan fase koreksi dan melanjutkan penguatan menuju rentang 7.450–7.779.
MNC Sekuritas mencatat level support berada di 7.156 dan 7.057, sementara resistance di 7.374 dan 7.527. Kondisi ini menunjukkan ruang pergerakan IHSG masih cukup lebar, meskipun dalam jangka pendek cenderung terbatas.
Dalam situasi pasar yang belum stabil, pelaku pasar disarankan lebih selektif dalam memilih saham dan memanfaatkan momentum trading jangka pendek. BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan saham AADI, MEDC, dan MAIN, sementara MNC Sekuritas menyoroti BIRD, GGRM, MDKA, dan NCKL sebagai pilihan yang dapat dicermati.

