Teheran (Tutur.co.id) – Pernyataan keras datang dari parlemen Iran di tengah memanasnya situasi dengan Amerika Serikat. Juru bicara Komisi Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri parlemen Iran, Ebrahim Rezaei, menyebut langkah Washington sebagai bentuk kemunduran dalam konfrontasi terbaru.
Dalam keterangannya, Rezaei menilai keputusan Amerika Serikat sebagai sebuah kekalahan, sekaligus menegaskan bahwa konflik antara kedua negara belum berakhir. Ia juga menegaskan bahwa situasi di lapangan masih jauh dari kata mereda.
“Amerika dan Trump kembali mundur, ini adalah kekalahan lainnya. Medan pertempuran masih terus berlangsung,” ujar Rezaei.
Pernyataan tersebut muncul setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengumumkan penundaan rencana serangan terhadap infrastruktur energi Iran. Dalam kesempatan yang sama, Trump juga mengklaim adanya pembicaraan intens antara kedua negara, meskipun klaim tersebut sebelumnya telah dibantah oleh pihak Teheran.
Retorika yang disampaikan pejabat Iran ini dinilai mencerminkan upaya membangun narasi kemenangan di dalam negeri, di tengah tekanan militer dan diplomatik yang masih terus berlangsung dalam konflik yang belum menunjukkan tanda-tanda mereda.

