Close Menu
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Facebook X (Twitter) Instagram
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Indeks
Trending
  • Enggak Tercantum di LHKPN Febrie, Rumah Sentul Ternyata Milik Sang Anak
  • Review Lengkap Samsung Galaxy A27 5G: Keunggulan, Kekurangan dan Harganya
  • Tuchel Disorot Usai Inggris Tersingkir: Salah Taktik atau Mental Pemain?
  • Febrie Tak Tahu Brankas Berisi Emas Batangan dan Dolar di Rumah Sentul
  • Hotman Tidak Ngarep Imbalan Bela Febrie: Modal HP Bikin Penyidik Kocar-kacir
  • Ceceran Darah di Jembatan Bandar Khamir Membakar Amarah Iran
  • Tahunnya Rusia Pamer Kekuatan, Gelar Latihan Militer Estafet
  • Wasit Slavko Vincic: Pertanda Baik Spanyol atau Mimpi Buruk Argentina?
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
tutur.co.idtutur.co.id
Home»Industri»Upaya Meta Lampaui Amazon, Alphabet, dan Microsoft

Upaya Meta Lampaui Amazon, Alphabet, dan Microsoft

Industri Gusti Tetiro10 Januari 2026 / 13:02 WIB
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Jakarta (tutur.co.id) — Di balik kecanggihan kecerdasan buatan, ada kebutuhan yang jauh lebih mendasar: listrik. Dalam persaingan global mengembangkan AI, Meta Platforms kini melangkah lebih jauh dengan mengamankan energi dari sumber yang selama ini dianggap rumit dan mahal—tenaga nuklir. Langkah ini menandai babak baru perlombaan teknologi, ketika atom menjadi penentu kecepatan algoritma.

Meta Platforms menandatangani serangkaian kesepakatan pembelian listrik berskala besar untuk menopang pusat-pusat data raksasanya. Nilainya bukan main: lebih dari enam gigawatt (GW), cukup untuk memasok listrik bagi sekitar lima juta rumah tangga. Dengan langkah ini, Meta resmi menjadi pembeli daya nuklir terbesar di antara para hyperscaler—perusahaan teknologi penyedia infrastruktur cloud berskala global.

Seperti dikutip Bloomberg Internasional, Jumat (9/1/2026), kesepakatan ini menegaskan satu kenyataan yang kian sulit diabaikan: pasokan listrik kini menjadi hambatan utama dalam pengembangan kecerdasan buatan. Bukan lagi semata soal chip atau algoritma, melainkan daya yang mampu mengalir tanpa henti.

Meta mengumumkan akan membeli listrik dari tiga pembangkit nuklir milik Vistra Corp. yang telah beroperasi, sekaligus mendukung pembangunan sejumlah reaktor kecil generasi baru. Reaktor itu dikembangkan oleh Oklo Inc.—perusahaan yang didukung CEO OpenAI Sam Altman—serta TerraPower LLC, perusahaan energi nuklir yang didirikan Bill Gates. Kesepakatan ini menyusul perjanjian terpisah dengan Constellation Energy Corp. pada Juni 2025.

Langkah Meta terjadi di tengah lonjakan permintaan listrik di Amerika Serikat, yang diperkirakan meningkat setidaknya 30 persen pada 2030. Pusat data menjadi penyumbang terbesar lonjakan tersebut. Namun, perusahaan listrik kesulitan mengejar kebutuhan itu, terutama ketika pembangunan pembangkit baru kerap tersendat oleh izin, biaya, dan waktu.

Bagi perusahaan teknologi, pilihan energi pun menjadi dilema. Proyek gas alam relatif cepat dibangun, tetapi bertentangan dengan komitmen iklim jangka panjang. Energi terbarukan seperti surya dan angin ramah lingkungan, namun tak selalu tersedia setiap saat. Di titik inilah nuklir kembali dilirik: bersih secara karbon dan mampu menyediakan listrik 24 jam tanpa jeda.

Baca Juga  Pertamina Trans Kontinental Raih Penghargaan Kepemimpinan Terbaik, Perkuat Keandalan Distribusi Energi

Upaya Meta kini melampaui Amazon, Alphabet, dan Microsoft yang sebelumnya juga meneken kesepakatan energi nuklir. Kepala Energi Global Meta, Urvi Parekh, menyebut perjanjian ini sebagai upaya menyelamatkan pembangkit nuklir lama dari penutupan sekaligus mendorong investasi awal untuk reaktor generasi baru.

“Jika kita tidak dapat menghasilkan lebih banyak listrik, kemampuan AI untuk tumbuh akan terhambat,” kata Parekh. Menurut dia, tantangan terbesar saat ini adalah memastikan jaringan listrik memiliki cukup opsi dan fleksibilitas seiring pertumbuhan AI yang sangat cepat.

Kesepakatan ini juga tak terpisahkan dari ambisi besar CEO Meta, Mark Zuckerberg. Ia berulang kali menyatakan kesiapannya menggelontorkan ratusan miliar dolar hingga akhir dekade ini demi membangun infrastruktur AI. Dua proyek andalan Meta adalah Prometheus—kluster pusat data satu gigawatt di Ohio—serta Hyperion di Louisiana, yang kelak bisa berkembang hingga lima gigawatt dan ditargetkan beroperasi pada 2028.

Hyperion diproyeksikan menjadi pusat data AI terbesar Meta. Ironisnya, dalam jangka pendek pusat data ini tetap bergantung pada pembangkit gas alam. Energi nuklir yang kini diamankan Meta akan menjadi penopang jangka panjang, sekaligus penyeimbang antara ambisi AI dan komitmen iklim.

Detail kesepakatannya menunjukkan skala taruhan Meta. Dari Vistra, Meta akan membeli lebih dari 2,1 GW listrik dari reaktor Davis-Besse dan Perry di Ohio, ditambah ratusan megawatt dari peningkatan kapasitas dan fasilitas di Pennsylvania. Dari Oklo, Meta mengamankan hingga 1,2 GW dari reaktor kecil yang ditargetkan beroperasi mulai 2030. Sementara TerraPower akan memasok hingga 690 MW dari dua reaktor awal, dengan opsi tambahan dari proyek-proyek berikutnya.

Di balik semua itu, tersimpan satu kesimpulan penting: AI bukan hanya soal kecerdasan digital, tetapi juga soal sumber daya fisik. Model-model AI generatif membutuhkan komputasi masif yang berjalan tanpa henti. Pusat data harus menyala siang dan malam, dan jaringan listrik nasional kian terbebani.

Baca Juga  Meta Tawarkan Paket 'Plus' Berlangganan Instagram, Facebook dan WhatsApp

Komitmen Meta terhadap nuklir menunjukkan bahwa dalam perlombaan menuju superintelligence—AI yang melampaui kemampuan manusia—energi telah menjadi variabel krusial, setara dengan chip semikonduktor. Atom, yang dulu simbol ketakutan dan kehancuran, kini kembali dipeluk sebagai fondasi masa depan kecerdasan buatan.

Alphabet Amazon Meta Microsoft
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleMayoritas SPBU dan Agen LPG di Wilayah Banjir Sumatra Pulih, Pertamina: Stok Aman
Next Article TNI AD Sudah Rampungkan Pembangunan 17 Jembatan Bailey di Wilayah Bencana Sumatra

Berita Lainnya

Kemenperin Cetak 2.369 Lulusan Vokasi Industri, Tingkat Penyerapan Kerja Capai 63,7%

17 Juli 2026 / 10:54 WIB

Pelindo dan Arab Saudi Jajaki Kerja Sama Pelabuhan, Bahas Investasi hingga Pelayaran Langsung

16 Juli 2026 / 15:37 WIB

Banjir Promo Judi Online di Instagram dan Facebook, Komdigi Bakal Panggil Meta

29 Juni 2026 / 21:34 WIB

Hari Pelaut Sedunia, Pelindo Dorong Indonesia Maksimalkan Potensi Ekonomi Selat Malaka

25 Juni 2026 / 20:56 WIB

Laba Bersih Naik 23 Persen, PT Pertamina Trans Kontinental Catat Kinerja Positif Sepanjang 2025

15 Juni 2026 / 20:23 WIB

Gebrakan Nvidia Kenalkan RTX Sparx, Bukan Sekedar Prosesor Biasa

03 Juni 2026 / 01:12 WIB
Form Komentar Cancel Reply

Video: Jelang Mudik Lebaran 2026, Pemerintah Targetkan Jalur Pantura Bebas Lubang

Kristo Suryokusumo27 Februari 2026 / 15:00 WIB

Enggak Tercantum di LHKPN Febrie, Rumah Sentul Ternyata Milik Sang Anak

18 Juli 2026 / 16:19 WIB

Review Lengkap Samsung Galaxy A27 5G: Keunggulan, Kekurangan dan Harganya

18 Juli 2026 / 16:04 WIB

Tuchel Disorot Usai Inggris Tersingkir: Salah Taktik atau Mental Pemain?

18 Juli 2026 / 16:00 WIB

Febrie Tak Tahu Brankas Berisi Emas Batangan dan Dolar di Rumah Sentul

18 Juli 2026 / 15:41 WIB

Hotman Tidak Ngarep Imbalan Bela Febrie: Modal HP Bikin Penyidik Kocar-kacir

18 Juli 2026 / 15:06 WIB

Copyright @ PT Tutur Media Digital

Bertutur Berdasar Fakta dan Data

Instagram TikTok X (Twitter) YouTube Facebook

Tentang
Redaksi
Alamat dan Kontak
Kode Perilaku Perusahaan

Disclaimer
Kode Etik
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.