Jakarta (tutur.co.id) – PT Pertamina (Persero) menyatakan mayoritas Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) dan agen elpiji di wilayah terdampak banjir di Sumatra telah kembali beroperasi. Perusahaan pelat merah itu memastikan stok bahan bakar minyak (BBM) dan LPG berada dalam kondisi aman di tengah pemulihan pascabencana yang berlangsung sejak banjir besar melanda sejumlah provinsi di Pulau Sumatra pada November 2025.
Di Aceh, sebanyak 151 dari total 156 SPBU telah kembali melayani masyarakat. Lima SPBU lainnya belum dapat beroperasi akibat akses jalan yang masih terputus. Adapun seluruh 131 agen LPG dan sembilan Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) di provinsi tersebut telah beroperasi normal.
Kondisi serupa tercatat di Sumatra Utara. Pertamina melaporkan 406 SPBU, 383 agen LPG, serta 46 SPBE di wilayah ini telah kembali beroperasi setelah sebelumnya terdampak gangguan distribusi akibat banjir dan longsor.
“Di Sumatra Barat, untuk lembaga penyalur BBM terdapat 147 SPBU dan tidak ada yang terdampak. Kemudian untuk lembaga penyalur LPG, terdapat 172 agen LPG yang juga tidak terdampak. Jumlah SPBE di sana ada 14, dan kami bersyukur seluruhnya tidak terdampak. Artinya, seluruh lembaga penyalur di Sumatra Barat dapat beroperasi 100 persen,” kata Corporate Secretary PT Pertamina (Persero) Arya Dwi Paramita dalam konferensi pers Update Penanganan Pascabencana, Jumat (9/1).
Arya menegaskan, ketersediaan BBM dan LPG di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat berada dalam kondisi aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat. “Stok dalam posisi aman. Masyarakat tidak perlu khawatir,” kata dia.
Meski demikian, Pertamina masih menjalankan pola distribusi alternatif dan darurat lantaran sejumlah jalur logistik belum sepenuhnya pulih. Distribusi energi dilakukan melalui jalur laut dan udara untuk menjangkau wilayah yang masih terisolasi, serta memanfaatkan rute darat alternatif.
Sejak banjir meluas di Sumatra pada November 2025, Pertamina juga menjalankan aksi kemanusiaan di luar pemulihan distribusi energi. Berdasarkan data resmi perusahaan, Pertamina mendirikan posko bantuan, menyalurkan air bersih, bantuan logistik, serta menyediakan genset dan BBM bagi fasilitas vital, termasuk rumah sakit dan lokasi pengungsian.
Dalam distribusi darurat, Pertamina berkolaborasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), TNI, Polri, dan pemerintah daerah. BBM dikirim menggunakan drum melalui pesawat, sementara tabung LPG diangkut dengan helikopter menggunakan metode sling load, termasuk dengan pesawat Air Tractor.
“Kami sangat berterima kasih kepada semua pihak yang telah membantu. Kami mendistribusikan BBM menggunakan drum yang dimuat ke dalam pesawat, serta tabung LPG yang diangkut dengan helikopter menggunakan metode sling load. Selain itu, ada juga distribusi menggunakan pesawat Air Tractor,” tutur Arya.

