Jakarta (Tutur.co.id) – Ekonom senior Ferry Latuhihin memberikan pandangannya terkait kondisi perekonomina Indonesia ke depan. Terlebih dengan tren melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS).
Sebagai gambaran, nilai tukar rupiah terhadap dollar AS saat ini hampir menyentuh Rp17 ribu. Ditambah dengan kondisi geopolitik yang kini sendang memanas, rupiah berpotensi semakin loyo hingga Rp20 ribu.
“Itu mengerikan. Saya khawatir impactnya terhadap social stability, jangan dianggap enteng ini,” kata Ferry Latuhihin dalam podcast Bang Don Zuper Opini, Rabu 18/3/2026.
Menurut ekonom nyentrik ini, jika nilai tukar rupiah terhadap dollar AS menyentuh Rp 20 ribu, industri akan teriak dan memicu terjadinya imported inflation atau kenaikan harga terus menerus.
Yang kedua, lanjutnya, dampak jangka panjang dengan melemahnya rupiah terhadap dollar AS yakni pemerintah tak lagi dipercaya sehingga investment akan terganggu.
“Siapa yang mau investasi di negara yang mata uangnya gak kuat, loyo sekali. Karena mereka investasi di sini mendapatkan rupiah sebagai revenue sedang modal mereka dengan dollar,” kata Ferry Latuhihin.
Ferry kembali menegaskan banyak tantangan yang akan dihadapi Indonesia. Menurutnya, angka yang akan berbicara mengenai kondisi perekonomian Indonesia kedepannya dan itu sangat ‘mengerikan’.
“Dalam equation ini kan, GDP kita kan sebenarnya dari konsumsi rumah tangga, konsumsi goverment, investasi, plus ekspor, dan minus impor. Mungkin ekspor-impor yang netral selebihnya angka yang akan berbicara,” kata Ferry.
Buat Kawan Tutur dapat menyaksikan diskusi menarik antara Ferry Latuhihin dengan Don Bosco Selamun di program Bang Don Zuper Opini yang akan tayang malam ini di Tutur TV pukul 20.00 WIB.

