Jakarta (tutur.co.id) — PT Danantara Investment Management (Persero) kembali menggalang dana jumbo dengan menerbitkan surat utang jangka menengah (MTN) senilai Rp7 triliun pada 2026.
Berdasarkan data di Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), MTN tersebut terbagi dalam dua seri. Seri A senilai Rp3,5 triliun menawarkan kupon 2% dengan jatuh tempo 18 Maret 2031, sedangkan seri B sebesar Rp3,5 triliun berbunga 2% dengan jatuh tempo 17 Maret 2033.
Managing Director Finance Danantara, Djamal Attamimi, menyatakan langkah ini dilakukan untuk mengakomodasi tingginya minat investor terhadap instrumen surat utang perseroan.
“Danantara Indonesia berkomitmen untuk melaksanakan mandatnya sebagai sovereign fund secara profesional melalui penerapan prinsip kehati-hatian, transparansi, dan tata kelola yang baik,” ujarnya.
Ia menambahkan, penerbitan ini menjadi bagian dari strategi pembiayaan untuk mendukung transformasi ekonomi nasional dan pertumbuhan jangka panjang.
Sebelumnya, pada 2025 Danantara telah menerbitkan MTN dengan total nilai Rp61,3 triliun melalui beberapa tahap. Instrumen tersebut ditawarkan secara private placement kepada investor besar seperti Prajogo Pangestu, Franky Widjaja, dan Boy Thohir.
Dana yang dihimpun akan difokuskan pada berbagai sektor strategis, mulai dari mineral kritis, energi terbarukan, kesehatan, hingga infrastruktur digital dan transportasi.

