Teheran (Tutur.co.id) – Amerika Serikat tampaknya mulai keteteran menghadapi Iran. Terbaru, Presiden Donald Trump dengan terang-terangan meminta beberapa negara menurunkan kapal perangnya untuk membantu menjaga Selat Hormuz. Sebaliknya hal itu membuat Iran semakin percaya diri.
Ya, sebelumnya Trump meminta China, Prancis, Jepang, Korea Selatan, Inggris, dan negara-negara lain ikut menjaga keamanan Selat Hormuz demi menjaga pasokan minyak dunia. Pasalnya, selat ini memang menjadi jalur bagi peredaran 20 hingga 30 persen minyak dunia.
Mendengar teriakan Trump itu, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) tampak mendapatkan suntikan semangat. Terbukti, menurut kantor berita IRNA milik pemerintah Iran, IRGC pada hari Minggu ini mengeluarkan sumpah untuk memburu Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.
“Jika perdana menteri Zionis kriminal itu masih hidup, kami akan terus mengejar dan membunuhnya dengan kekuatan penuh,” kata IRGC.
Sumpah IRGC ini bukan pepesan kosong. Hal itu dibuktikan dengan klaim Israel baru-baru ini yang menyebutkan rentetan rudal baru terus menuju Tel Aviv hingga saat ini. Sirene peringatan terus mengaum dan pertahanan udara terus berjaga di wilayah Israel.
Israel sendiri tampaknya pecah konsentrasi. Selain harus head to head dengan Iran, militer Israel juga harus menggempur wilayah Lebanon demi melemahkan kekuatan Hezbulloh. Total 800 orang meninggal dan 850 ribu orang mengungsi setelah serangan Israel ke Wilayah Lebanon.

