Close Menu
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Facebook X (Twitter) Instagram
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Indeks
Trending
  • OPINI: Takdir di Balik Lionel Messi, Memandikan Bayi Lamine Yamal 19 Tahun Lalu, Kini Keduanya Berhadapan di Final Piala Dunia 2026
  • Enggak Tercantum di LHKPN Febrie, Rumah Sentul Ternyata Milik Sang Anak
  • Review Lengkap Samsung Galaxy A27 5G: Keunggulan, Kekurangan dan Harganya
  • Tuchel Disorot Usai Inggris Tersingkir: Salah Taktik atau Mental Pemain?
  • Febrie Tak Tahu Brankas Berisi Emas Batangan dan Dolar di Rumah Sentul
  • Hotman Tidak Ngarep Imbalan Bela Febrie: Modal HP Bikin Penyidik Kocar-kacir
  • Ceceran Darah di Jembatan Bandar Khamir Membakar Amarah Iran
  • Tahunnya Rusia Pamer Kekuatan, Gelar Latihan Militer Estafet
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
tutur.co.idtutur.co.id
Home»Perempuan»7 Cara Sederhana Bikin Hati Lebih Senang Saat Kerja

7 Cara Sederhana Bikin Hati Lebih Senang Saat Kerja

Perempuan Sasha Widiawati20 Februari 2026 / 09:33 WIB
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Surabaya (tutur.co.id) – Bekerja bukan sekadar soal datang ke kantor dan menyelesaikan target. Di balik rutinitas harian, ada tekanan performa, dinamika relasi, konflik kecil, hingga beban mental yang tak selalu terlihat.

Bagi banyak perempuan dan ibu pekerja, tantangannya bisa berlipat. Peran ganda di rumah dan kantor membuat energi lebih cepat terkuras. Karena itu, merasa lelah, jenuh, atau kehilangan semangat bukan tanda kurang bersyukur melainkan respons manusiawi.

Meski demikian, pekerjaan tetap menjadi ruang aktualisasi diri, memperluas relasi, serta memberi rasa bermakna. Lalu, apa saja langkah kecil yang bisa membantu membuat hari kerja terasa lebih ringan?

Berikut tujuh cara sederhana yang bisa mulai diterapkan.

1. Bangun Hubungan Positif dengan Rekan Kerja

Lingkungan sosial di kantor sangat memengaruhi kesehatan mental. Hubungan yang hangat dan suportif mampu menurunkan tingkat stres serta mempermudah kolaborasi.

Interaksi sederhana seperti menyapa, makan siang bersama, atau saling membantu saat beban kerja meningkat dapat memperkuat rasa kebersamaan. Ketika suasana kerja terasa aman secara emosional, produktivitas pun cenderung meningkat.

Sebaliknya, hubungan yang renggang sering kali menjadi sumber tekanan tambahan.

2. Temukan Makna dalam Pekerjaan, Sekecil Apa Pun

Tidak semua pekerjaan terlihat “besar” atau spektakuler. Namun makna sering kali tersembunyi dalam kontribusi kecil yang konsisten.

Memahami bahwa pekerjaan kita berdampak pada tim, klien, atau organisasi dapat meningkatkan rasa kepuasan. Bahkan ruang sederhana untuk menyalurkan kreativitas pun bisa menjadi sumber energi positif.

Ketika pekerjaan dipandang sebagai bagian dari nilai diri, beban terasa lebih ringan.

3. Atur Ekspektasi dan Batas Kerja yang Realistis

Salah satu pemicu stres terbesar adalah ekspektasi yang terlalu tinggi—baik dari atasan, lingkungan, maupun diri sendiri.

Baca Juga  H-8 Ramadan: Checklist 'Bumbu Dasar' dan Lauk Beku yang Wajib Ada di Freezer Pekan Ini

Menentukan prioritas, berani mengatakan tidak pada beban yang berlebihan, serta menetapkan batas waktu kerja yang jelas merupakan bentuk kepedulian terhadap kesehatan mental.

Batas yang sehat bukan tanda kurang profesional, melainkan strategi agar performa tetap terjaga dalam jangka panjang.

4. Sisipkan Jeda untuk Merawat Energi Mental

Kesibukan sering membuat orang lupa berhenti sejenak. Padahal, istirahat singkat sekitar 5–10 menit setelah menyelesaikan tugas besar dapat membantu otak kembali segar.

Berjalan ringan, melakukan peregangan, atau sekadar menarik napas dalam-dalam bisa mengurangi ketegangan. Jeda kecil ini mencegah tekanan menumpuk yang berpotensi memicu burnout.

5. Apresiasi Pencapaian Kecil Setiap Hari

Otak manusia cenderung lebih fokus pada kekurangan daripada keberhasilan. Akibatnya, pencapaian kecil sering terlewat.

Cobalah membiasakan diri mencatat satu hal baik yang berhasil dilakukan setiap hari. Bisa berupa menyelesaikan tugas tepat waktu atau berhasil mengelola emosi dalam situasi sulit.

Latihan sederhana ini membantu menumbuhkan optimisme dan menjaga semangat kerja.

6. Bangun Rutinitas yang Memberi Rasa Kendali

Rutinitas menciptakan struktur. Menyusun to-do list, mengatur jam fokus tanpa distraksi, atau memiliki ritual pagi sebelum mulai bekerja dapat memberi rasa kontrol terhadap hari yang dijalani.

Ketika ritme kerja terasa teratur, tingkat stres cenderung menurun. Pekerjaan pun terasa lebih terarah dan tidak terlalu melelahkan secara emosional.

7. Terima bahwa Tidak Semua Hari Harus Menyenangkan

Ada hari ketika pekerjaan terasa berat dan melelahkan. Menerima kenyataan ini justru membantu menjaga kesehatan mental.

Kebahagiaan di tempat kerja bukan tentang selalu bersemangat, tetapi tentang kemampuan bertahan dan pulih setelah hari yang sulit. Perspektif realistis membuat seseorang tidak terjebak dalam tuntutan untuk selalu terlihat baik-baik saja.

Baca Juga  Self-Care Nggak Harus Mahal: 8 Cara Jaga Kesehatan Mental Versi Realistis

Mengeluh tentang pekerjaan adalah hal wajar. Namun menjaga suasana hati tetap stabil juga bagian dari merawat diri.

Kebahagiaan di tempat kerja bukan kondisi sempurna tanpa tekanan, melainkan proses mencari keseimbangan antara tuntutan dan kebutuhan pribadi.

Tak perlu perubahan besar. Cukup mulai dari satu langkah kecil minggu ini—entah itu membangun relasi lebih hangat, memberi jeda untuk diri sendiri, atau mengapresiasi pencapaian sederhana.

Perubahan kecil yang konsisten sering kali membawa dampak besar pada kesehatan mental dan kualitas hidup secara keseluruhan.

cara bahagia di kantor mengatasi burnout rekan kerja senang bekerja tips kerja sehat mental
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleBI Optimistis Inflasi Terkendali saat Ramadan-Lebaran 2026
Next Article Transformasi Media Digital Dipercaya, Warren Buffett Gelontorkan US$351,7 Juta ke The New York Times

Berita Lainnya

Tahun Ajaran Baru, 7 Hal yang Sering Dilupakan Orang Tua Selain Seragam dan Buku

11 Juli 2026 / 08:58 WIB

7 Tips Mengatur Anggaran Persiapan Sekolah Anak agar Dompet Tetap Aman

10 Juli 2026 / 14:20 WIB

Usia Boleh Bertambah, Tapi Emosi Belum Tentu Dewasa: Memahami Konsep Usia Emosional

23 Juni 2026 / 09:35 WIB

7 Tips Mengatur Screen Time Anak Saat Liburan Sekolah

22 Juni 2026 / 15:15 WIB

7 Camilan Sehat Temani Nobar Piala Dunia 2026 ala Ibu

15 Juni 2026 / 13:37 WIB

25 Pertanyaan Kencan Pertama yang Nggak Bikin Canggung, Bikin Obrolan Makin Nyambung

12 Juni 2026 / 13:07 WIB
Form Komentar Cancel Reply

5 Hal Kecil yang Diam-diam Bikin Anda Capek Mental

Galuh Parantri05 Maret 2026 / 12:58 WIB

OPINI: Takdir di Balik Lionel Messi, Memandikan Bayi Lamine Yamal 19 Tahun Lalu, Kini Keduanya Berhadapan di Final Piala Dunia 2026

18 Juli 2026 / 18:19 WIB

Enggak Tercantum di LHKPN Febrie, Rumah Sentul Ternyata Milik Sang Anak

18 Juli 2026 / 16:19 WIB

Review Lengkap Samsung Galaxy A27 5G: Keunggulan, Kekurangan dan Harganya

18 Juli 2026 / 16:04 WIB

Tuchel Disorot Usai Inggris Tersingkir: Salah Taktik atau Mental Pemain?

18 Juli 2026 / 16:00 WIB

Febrie Tak Tahu Brankas Berisi Emas Batangan dan Dolar di Rumah Sentul

18 Juli 2026 / 15:41 WIB

Copyright @ PT Tutur Media Digital

Bertutur Berdasar Fakta dan Data

Instagram TikTok X (Twitter) YouTube Facebook

Tentang
Redaksi
Alamat dan Kontak
Kode Perilaku Perusahaan

Disclaimer
Kode Etik
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.