Close Menu
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Facebook X (Twitter) Instagram
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Indeks
Trending
  • Iran Sebut AS Telah Menginjak-injak Pasal 2 Ayat 4 Piagam PBB
  • Anak Hotman Luapkan Kekecewaan, Sindir Ayahnya Jadi Pengacara Febrie
  • Tutur PoV: Jangan Biarkan Penegakan Hukum Berubah Menjadi “Jeruk Makan Jeruk”
  • Bocoran Mobil Baru yang Bakal Meluncur di GIIAS 2026, Siapa Bakal Jadi Primadona?
  • Tragedi KM Nurul Salsa di Selayar: 25 Penumpang Masih Hilang, Armada Pencarian Diperkuat
  • Mampukah Messi Menaklukkan Negeri yang Membesarkan Namanya?
  • Pasca Bencana Hidrometeorologi, Pemerintah Aceh Kerja Keras Pulihkan Akses Jalan
  • Layanan Shared Services Pertamina Raih Tiga Penghargaan Global di SSOW Impact Awards AustralAsia 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
tutur.co.idtutur.co.id
Home»Internasional»35 Negara Berkumpul di Inggris Guna Bicarakan Selat Hormuz, Trump Ogah Gabung

35 Negara Berkumpul di Inggris Guna Bicarakan Selat Hormuz, Trump Ogah Gabung

Internasional Toto Pribadi02 April 2026 / 18:36 WIB
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Lalu lintas Selat Hormuz (Foto: Tutur/AI)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

London (Tutur.co.id) – Inggris akan menjadi tempat berkumpulnya 35 negara untuk membahas gonjang ganjing penutupan Selat Hormuz. Pasalnya, dunia kini terancam krisis energi akibat blokade Iran jalur perdagangan di Timur Tengah itu. Pertemuan yang akan dipimpin Menteri Luar Negeri Inggris Yvette Cooper

“Pertemuan ini akan membahas kemungkinan tindakan diplomatik dan politik yang dapat diambil untuk memulihkan kebebasan navigasi dan memastikan keselamatan kapal dan pelaut yang terdampar, dan melanjutkan arus barang-barang penting,” kata Perdana Menteri Keir Starmer dilansir dari New Arab, Kamis 2 April 2026.

Jalur vital Selat Hormuz ini, tempat sekitar seperlima minyak dunia melewatinya, telah ditutup secara efektif oleh Iran sebagai tanggapan atas serangan gabungan AS dan Israel terhadap negara tersebut, yang berlangsung sejak akhir Februari.

Sebagai balasan atas serangan AS-Israel, Iran juga berupaya menyerang kapal dan perahu yang mencoba melewatinya, menghentikan hampir semua lalu lintas di jalur air yang menghubungkan Teluk Arab ke samudra dunia. Alhasil harga minyak melonjak dan memicu kekhawatiran akan krisis energi global.

Menurut pernyataan resmi yang dikeluarkan Kantor Perdana Menteri Inggris, pertemuan tersebut akan menjadi langkah pertama untuk mengatasi krisis yang akan diikuti oleh pertemuan tingkat kerja guna membahas detail lebih lanjut.

Starmer juga menambahkan bahwa pertemuan ini juga akan membicarakan kemungkinan terburuk termasuk dengan membentuk front persatuan kekuatan militer.

Amerika Serika Tak Mau Gabung

AS tidak akan menghadiri pertemuan tersebut, setelah Presiden Donald Trump mengatakan bahwa bukan tugas Washington untuk memastikan keamanan Selat tersebut, dan mengatakan negara-negara harus mencari minyaknya sendiri.

Ia justru seakan menyalahkan sekutu AS karena tidak mendukung serangan mereka di sana, dan mengancam akan menarik AS keluar dari NATO karena kurangnya dukungan yang diterimanya terkait hal tersebut.

Baca Juga  Prabowo di WEF 2026: Ekonomi Indonesia Tumbuh Lebih Tinggi, Siap Kejutkan Dunia

Negara-negara Barat sejauh ini menyatakan keengganan untuk melakukan serangan apa pun di Selat Hormuz karena perang masih berkecamuk. Negara-negara yang berpartisipasi termasuk Prancis, Jerman, Italia, dan Belanda, Australia, Jepang, Kanada, Korea Selatan, Selandia Baru, UEA, dan Nigeria.

Meskipun demikian, Garda Revolusi Iran bersikeras bahwa Selat Hormuz akan tetap tertutup bagi musuh negara itu, karena Trump mengatakan dia hanya akan mempertimbangkan gencatan senjata jika selat itu dibuka kembali.

Amerika Serikat Donald Trump headline Inggris Penutupan Selat Hormuz Perang Iran selat hormuz
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticlePastikan ASN Tak Long Weekend saat WFH, Dipantau Lewat Handphone
Next Article Video: Isu Brownies di Rutan, Jaksa Wira Arizona Tegaskan Tak Ada Intimidasi

Berita Lainnya

Iran Sebut AS Telah Menginjak-injak Pasal 2 Ayat 4 Piagam PBB

18 Juli 2026 / 19:50 WIB

Tutur PoV: Jangan Biarkan Penegakan Hukum Berubah Menjadi “Jeruk Makan Jeruk”

18 Juli 2026 / 19:30 WIB

Bocoran Mobil Baru yang Bakal Meluncur di GIIAS 2026, Siapa Bakal Jadi Primadona?

18 Juli 2026 / 19:25 WIB

Pasca Bencana Hidrometeorologi, Pemerintah Aceh Kerja Keras Pulihkan Akses Jalan

18 Juli 2026 / 18:39 WIB

OPINI: Takdir di Balik Lionel Messi, Memandikan Bayi Lamine Yamal 19 Tahun Lalu, Kini Keduanya Berhadapan di Final Piala Dunia 2026

18 Juli 2026 / 18:19 WIB

Review Lengkap Samsung Galaxy A27 5G: Keunggulan, Kekurangan dan Harganya

18 Juli 2026 / 16:04 WIB
Form Komentar Cancel Reply

Video: Jenderal Polisi Sindir Polisi, Kejar Jambret Jadi Tersangka: Apa Harus Monggo Mas, Silakan…

Satria Eko28 Januari 2026 / 17:41 WIB

Iran Sebut AS Telah Menginjak-injak Pasal 2 Ayat 4 Piagam PBB

18 Juli 2026 / 19:50 WIB

Anak Hotman Luapkan Kekecewaan, Sindir Ayahnya Jadi Pengacara Febrie

18 Juli 2026 / 19:37 WIB

Tutur PoV: Jangan Biarkan Penegakan Hukum Berubah Menjadi “Jeruk Makan Jeruk”

18 Juli 2026 / 19:30 WIB

Bocoran Mobil Baru yang Bakal Meluncur di GIIAS 2026, Siapa Bakal Jadi Primadona?

18 Juli 2026 / 19:25 WIB

Tragedi KM Nurul Salsa di Selayar: 25 Penumpang Masih Hilang, Armada Pencarian Diperkuat

18 Juli 2026 / 19:04 WIB

Copyright @ PT Tutur Media Digital

Bertutur Berdasar Fakta dan Data

Instagram TikTok X (Twitter) YouTube Facebook

Tentang
Redaksi
Alamat dan Kontak
Kode Perilaku Perusahaan

Disclaimer
Kode Etik
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.