Jakarta (tutur.co.id) – Ketegangan di kawasan Timur Tengah semakin memanas setelah Iran mengumumkan serangan drone ofensif yang diklaim menyasar fasilitas strategis Israel serta unit militer Amerika Serikat (AS) di kawasan tersebut. Rekaman yang dirilis memperlihatkan peluncuran drone dari lokasi yang tidak diungkapkan, dengan target fasilitas kedirgantaraan Israel hingga pangkalan pengintaian militer AS.
Namun hingga kini belum ada konfirmasi resmi dari pihak Israel maupun militer AS terkait dampak serangan tersebut. Konflik yang dipicu operasi militer sebelumnya kini dilaporkan meluas dan berdampak pada jalur strategis global seperti Selat Hormuz. Situasi ini turut mendorong lonjakan harga minyak dunia hingga menembus 100 dolar per barel, memicu kekhawatiran internasional terhadap potensi eskalasi konflik yang lebih besar.
