Jakarta (tutur.co.id) – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan pemerintahannya sedang berbicara dengan Kuba dan mengisyaratkan akan adanya perkembangan dalam waktu dekat. Namun, Trump menegaskan bahwa fokus utama pemerintahannya saat ini masih tertuju pada konflik dengan Iran.
Trump mengatakan langkah terhadap Kuba baru akan dilakukan setelah situasi di Iran tertangani. Ia juga menyebut dukungan yang diterimanya dari komunitas diaspora Amerika Latin, termasuk warga keturunan Kuba dan Venezuela, yang menurutnya telah lama menunggu perubahan terkait kebijakan Amerika Serikat terhadap Kuba.
