Teheran (Tutur.co.id) – Harga minyak dunia melonjak tajam setelah muncul laporan serangan terhadap sebuah kapal tanker di dekat perairan Kuwait, memicu kekhawatiran baru terhadap stabilitas pasokan energi global.
Minyak mentah Brent tercatat naik hingga 115,30 dolar AS per barel, sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat meningkat lebih dari 4 dolar dan menyentuh kisaran 105 dolar per barel. Kenaikan ini mencerminkan respons cepat pasar terhadap potensi gangguan distribusi energi di kawasan Timur Tengah.
Perusahaan minyak Kuwait pada Selasa (1/4/2026) mengonfirmasi bahwa serangan tersebut menyebabkan kerusakan material pada kapal tanker serta memicu kebakaran di atas kapal. Otoritas setempat juga mengindikasikan adanya potensi kebocoran minyak, meskipun dampak lingkungan masih dalam tahap evaluasi.
Lonjakan harga minyak terjadi di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan yang menjadi jalur utama distribusi energi global. Insiden ini semakin mempertegas sensitivitas pasar terhadap setiap gangguan di wilayah tersebut.
Di sisi lain, harga emas global hanya mencatat kenaikan terbatas pada perdagangan hari yang sama. Sentimen pasar sempat terdorong oleh harapan meredanya ketegangan, namun tertahan oleh lonjakan harga minyak yang meningkatkan kekhawatiran inflasi global.
Tekanan inflasi ini dinilai dapat memperkecil peluang penurunan suku bunga oleh bank sentral Federal Reserve dalam waktu dekat. Dampaknya, harga emas justru berada di jalur untuk mencatat kinerja bulanan terburuk dalam lebih dari 17 tahun terakhir.

