Washington DC (Tutur.co.id) – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali membuat kontroversi saat bertemu Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi di Washington, Jumat 20 Maret 2026. Alih-alih mencari simpati Jepang, Trump malah mengungkit luka lama yang membuat PM Jepang tampak tak nyaman.
Dalam pertemuan itu, Trump menyamakan serangan AS terhadap Iran dengan serangan Jepang tahun 1941 di Pearl Harbour saat pecah Perang Dunia II. Hal itu tentu membuat Sanae tampak tak nyaman dengan duduk di kursinya sembari matanya melebar kaget saat berada di Ruang Oval Gedung Putih.
“Kami menginginkan kejutan. Siapa yang lebih tahu tentang kejutan daripada Jepang? Mengapa Anda tidak memberi tahu saya tentang Pearl Harbour?” jawab Trump ketika seorang jurnalis bertanya mengapa ia tidak memberi tahu sekutu tentang rencana perangnya dilansir dari RTE.
Sebagai catatan, serangan Jepang terhadap pangkalan angkatan laut AS di Pearl Harbour, Hawaii, pada 7 Desember 1941, telah menewaskan 2.390 warga Amerika. Hal ini bagi Amerika Serikat sebagai hal paling memalukan dalam sejarah.
Sebagai balasan, AS akhirnya melepaskan bom atom di dua kota Jepang, Nagasaki dan Hiroshima yang tentu menimbulkan korban tewas sekitar 250 ribu warga tak berdosa di Jepang.

