Close Menu
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Facebook X (Twitter) Instagram
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Indeks
Trending
  • Tiga Faktor yang Bisa Membuat Tembok Baja Spanyol Ambruk
  • Iran Sebut AS Telah Menginjak-injak Pasal 2 Ayat 4 Piagam PBB
  • Anak Hotman Luapkan Kekecewaan, Sindir Ayahnya Jadi Pengacara Febrie
  • Tutur PoV: Jangan Biarkan Penegakan Hukum Berubah Menjadi “Jeruk Makan Jeruk”
  • Bocoran Mobil Baru yang Bakal Meluncur di GIIAS 2026, Siapa Bakal Jadi Primadona?
  • Tragedi KM Nurul Salsa di Selayar: 25 Penumpang Masih Hilang, Armada Pencarian Diperkuat
  • Mampukah Messi Menaklukkan Negeri yang Membesarkan Namanya?
  • Pasca Bencana Hidrometeorologi, Pemerintah Aceh Kerja Keras Pulihkan Akses Jalan
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
tutur.co.idtutur.co.id
Home»Internasional»Menu Khas Ramadan di Iran: Dari Zoolbia Manis hingga Sup Hangat Ash Reshteh

Menu Khas Ramadan di Iran: Dari Zoolbia Manis hingga Sup Hangat Ash Reshteh

Internasional Galuh Parantri01 Maret 2026 / 08:38 WIB
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Menu khas Iran saat bulan Ramadan (Foto: Tutur/Ilustrasi AI)
Menu khas Iran saat bulan Ramadan (Foto: Tutur/Ilustrasi AI)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Jakarta (tutur.co.id)– Ramadan di Iran bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi juga tentang tradisi keluarga, berbagi makanan, dan cita rasa khas Persia yang kaya rempah. Saat azan Maghrib berkumandang, meja Iftar biasanya dipenuhi sajian hangat, manis, dan berkuah—dirancang untuk mengembalikan energi sekaligus menghangatkan tubuh setelah seharian berpuasa.

Berikut beberapa menu khas Ramadan di Iran yang paling identik dan sering hadir di meja berbuka.

Zoolbia dan Bamieh
Kalau di Indonesia Ramadan identik dengan kolak, di Iran ada zoolbia dan bamieh. Keduanya adalah kue goreng yang direndam dalam sirup gula beraroma saffron dan air mawar.

Zoolbia berbentuk seperti jaring renyah, sementara bamieh mirip churros kecil. Teksturnya manis dan legit, sering jadi takjil utama yang diburu menjelang Maghrib. Toko-toko kue di Iran bahkan punya antrean khusus selama bulan puasa.

Sholeh Zard
Ini adalah puding nasi saffron berwarna kuning cerah yang harum. Rasanya manis lembut dengan sentuhan kayu manis, kacang almond, dan pistachio di atasnya.

Sholeh Zard bukan sekadar makanan penutup, tapi juga punya nilai simbolis. Warna kuning saffron melambangkan kehangatan dan harapan.

Hidangan ini sering dibagikan ke tetangga atau jamaah masjid sebagai bentuk sedekah Ramadan.

Ash Reshteh
Setelah yang manis-manis, orang Iran biasanya menyantap hidangan berkuah. Ash Reshteh adalah sup kental berisi mi khas Persia (reshteh), kacang-kacangan, bayam, dan herba segar.

Kuahnya gurih dan hangat, cocok untuk “menyetel ulang” perut setelah seharian kosong. Sup ini juga dikenal sebagai makanan kebersamaan karena sering dimasak dalam porsi besar untuk keluarga atau dibagikan ke lingkungan sekitar.

Halim
Halim adalah bubur gandum dan daging yang dimasak lama hingga teksturnya lembut dan padat. Biasanya disajikan hangat dengan taburan kayu manis dan sedikit gula.

Baca Juga  JK Ajak Masjid di Indonesia Baca Qunut Nazilah untuk Perdamaian Dunia Islam

Karena kandungan proteinnya tinggi, halim sering disantap saat sahur atau setelah berbuka agar tubuh kembali bertenaga.

Reshteh Khoshkar
Makanan manis khas wilayah Gilan ini sering muncul saat Ramadan. Terbuat dari adonan tipis yang diisi campuran kacang dan rempah, lalu digoreng dan disiram sirup.

Teksturnya renyah di luar dan lembut di dalam. Perpaduan rasa manis dan aroma rempahnya sangat khas.

Selain makanan, Ramadan di Iran juga identik dengan tradisi berbagi. Banyak masjid dan komunitas menyiapkan hidangan gratis untuk masyarakat yang berbuka bersama. Momen Iftar bukan sekadar soal menu, tetapi tentang kebersamaan, solidaritas, dan kehangatan keluarga.

Di tengah dinamika sosial dan politik yang sering menjadi sorotan dunia saat ini, tradisi kuliner Ramadan di Iran memperlihatkan sisi lain: budaya yang hangat, penuh rasa, dan sarat makna. Semoga ruang hangat masih dapat hadir.

iran Makanan iran menu buka puasa menu ramadan Sajian ramadan serba-serbi Ramadan
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleVideo: Iran Memanas, KBRI Teheran Intensifkan Komunikasi dengan WNI
Next Article Drama 13 Lap di Sprint MotoGP Thailand 2026: Acosta Menang Usai Marquez Kena Penalti

Berita Lainnya

Iran Sebut AS Telah Menginjak-injak Pasal 2 Ayat 4 Piagam PBB

18 Juli 2026 / 19:50 WIB

Ceceran Darah di Jembatan Bandar Khamir Membakar Amarah Iran

18 Juli 2026 / 14:58 WIB

Tahunnya Rusia Pamer Kekuatan, Gelar Latihan Militer Estafet

18 Juli 2026 / 14:19 WIB

Gencatan Senjata Runtuh! Langit Kuwait dan Bahrain Mencekam

16 Juli 2026 / 22:58 WIB

Telah Keluar Perintah Iran untuk Houthi Yaman, Blokade Laut Merah!

16 Juli 2026 / 22:01 WIB

Tensi Kawasan Teluk Kembali Memanas, Dubes Yaman Sowan Anis Matta

15 Juli 2026 / 19:55 WIB
Form Komentar Cancel Reply

Trump Perpanjang Gencatan Senjata Tanpa Batas dengan Iran, Damai atau Tekanan Baru?

Adi P22 April 2026 / 08:05 WIB

Tiga Faktor yang Bisa Membuat Tembok Baja Spanyol Ambruk

19 Juli 2026 / 02:00 WIB

Iran Sebut AS Telah Menginjak-injak Pasal 2 Ayat 4 Piagam PBB

18 Juli 2026 / 19:50 WIB

Anak Hotman Luapkan Kekecewaan, Sindir Ayahnya Jadi Pengacara Febrie

18 Juli 2026 / 19:37 WIB

Tutur PoV: Jangan Biarkan Penegakan Hukum Berubah Menjadi “Jeruk Makan Jeruk”

18 Juli 2026 / 19:30 WIB

Bocoran Mobil Baru yang Bakal Meluncur di GIIAS 2026, Siapa Bakal Jadi Primadona?

18 Juli 2026 / 19:25 WIB

Copyright @ PT Tutur Media Digital

Bertutur Berdasar Fakta dan Data

Instagram TikTok X (Twitter) YouTube Facebook

Tentang
Redaksi
Alamat dan Kontak
Kode Perilaku Perusahaan

Disclaimer
Kode Etik
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.