Close Menu
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Facebook X (Twitter) Instagram
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Indeks
Trending
  • Tiga Faktor yang Bisa Membuat Tembok Baja Spanyol Ambruk
  • Iran Sebut AS Telah Menginjak-injak Pasal 2 Ayat 4 Piagam PBB
  • Anak Hotman Luapkan Kekecewaan, Sindir Ayahnya Jadi Pengacara Febrie
  • Tutur PoV: Jangan Biarkan Penegakan Hukum Berubah Menjadi “Jeruk Makan Jeruk”
  • Bocoran Mobil Baru yang Bakal Meluncur di GIIAS 2026, Siapa Bakal Jadi Primadona?
  • Tragedi KM Nurul Salsa di Selayar: 25 Penumpang Masih Hilang, Armada Pencarian Diperkuat
  • Mampukah Messi Menaklukkan Negeri yang Membesarkan Namanya?
  • Pasca Bencana Hidrometeorologi, Pemerintah Aceh Kerja Keras Pulihkan Akses Jalan
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
tutur.co.idtutur.co.id
Home»Internasional»Membaca Peluang Kembali Berkuasanya Klan Pahlavi di Iran

Membaca Peluang Kembali Berkuasanya Klan Pahlavi di Iran

Internasional Toto Pribadi13 Maret 2026 / 18:31 WIB
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Faisal Assegaf dalam acara podcast Bang Don Super Opini (Foto: Tutur)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Jakarta (Tutur.co.id) – Pengamat Timur Tengah Faisal Assegaf mencoba membaca peluang pergantian rezim di Iran seperti yang diharapkan Amerika Serikat (AS) dan Israel. Menurut Faisal Assegaf, peluang itu sangat kecil terjadi mengingat rakyat Iran juga punya memori sangat kelam saat diperintah leluhur Reza Pahlavi.

“Pasti rakyat Iran punya memori yang sangat buruk (zaman Muhammad Reza Pahlavi). Dan dulu ada operasi intelijen yang bernama Savac yang melakukan penindasan. Dan Ayatollah Ali Khamenei juga pernah ditangkap di zaman Shah Iran. Artinya jika Trump mengatakan saat ini disebut rezim represif tak masuk akal dengan mengganti sistem kerajaan yang tentu otoriter,” kata Faisal Assegaf dalam acara podcast Bang Don Super Opini.

Karena alasan itu yang membuat Assegaf sangat yakin jika rencana AS dan Israel memberikan karpet merah untuk dinasti Pahlavi kembali mencengkeram Iran akan berujung sia-sia.

Saat disinggung apakah ada alternatif lain yang dapat menggantikan rezim Ayatollah Ali Khamenei yang kini diteruskan putranya Mojtaba Khamenei, Faisal Assegaf juga mengatakan sangat kecil kemungkinan.

“Sejauh ini tidak ada tokoh baru hanya tokoh reformis yang hanya kekuasaan eksekutif itu lebih adaptif terhadap perubahan masyarakatnya bukan untuk mengganti rezim,” kata Faisal Assegaf.

Faisal menambahkan, di Iran memang ada keterbelahan yang sifatnya hanya terkait cara pandang termasuk dengan cara berpakaian dan soal hijab.

Nah buat Kawan Tutur, saksikan perbincangan menarik antara Faisal Assegaf dengan Don Bosco Selamun dalam acara podcast Bang Don Super Opini yang akan tayang malam ini pukul 20.00 WIB di Tutur TV.

Baca Juga  Konsulat AS Rayakan Freedom 250 di Batam, Perkuat Kemitraan AS-RI
Bang Don Super Opini Don Bosco Selamun headline iran konflik Iran Reza Pahlavi
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous Article27 Orang Terjaring OTT KPK, Ada Nama Bupati Cilacap
Next Article Video: Konflik Timur Tengah Ganggu Jalur Minyak Internasional, Ini Kata Luhut

Berita Lainnya

Iran Sebut AS Telah Menginjak-injak Pasal 2 Ayat 4 Piagam PBB

18 Juli 2026 / 19:50 WIB

Tutur PoV: Jangan Biarkan Penegakan Hukum Berubah Menjadi “Jeruk Makan Jeruk”

18 Juli 2026 / 19:30 WIB

Bocoran Mobil Baru yang Bakal Meluncur di GIIAS 2026, Siapa Bakal Jadi Primadona?

18 Juli 2026 / 19:25 WIB

Pasca Bencana Hidrometeorologi, Pemerintah Aceh Kerja Keras Pulihkan Akses Jalan

18 Juli 2026 / 18:39 WIB

OPINI: Takdir di Balik Lionel Messi, Memandikan Bayi Lamine Yamal 19 Tahun Lalu, Kini Keduanya Berhadapan di Final Piala Dunia 2026

18 Juli 2026 / 18:19 WIB

Review Lengkap Samsung Galaxy A27 5G: Keunggulan, Kekurangan dan Harganya

18 Juli 2026 / 16:04 WIB
Form Komentar Cancel Reply

Prabowo Resmi Bentuk Badan Ekspor SDA, Ini Tanggapan Kadin

Toto Pribadi20 Mei 2026 / 17:56 WIB

Tiga Faktor yang Bisa Membuat Tembok Baja Spanyol Ambruk

19 Juli 2026 / 02:00 WIB

Iran Sebut AS Telah Menginjak-injak Pasal 2 Ayat 4 Piagam PBB

18 Juli 2026 / 19:50 WIB

Anak Hotman Luapkan Kekecewaan, Sindir Ayahnya Jadi Pengacara Febrie

18 Juli 2026 / 19:37 WIB

Tutur PoV: Jangan Biarkan Penegakan Hukum Berubah Menjadi “Jeruk Makan Jeruk”

18 Juli 2026 / 19:30 WIB

Bocoran Mobil Baru yang Bakal Meluncur di GIIAS 2026, Siapa Bakal Jadi Primadona?

18 Juli 2026 / 19:25 WIB

Copyright @ PT Tutur Media Digital

Bertutur Berdasar Fakta dan Data

Instagram TikTok X (Twitter) YouTube Facebook

Tentang
Redaksi
Alamat dan Kontak
Kode Perilaku Perusahaan

Disclaimer
Kode Etik
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.