Boyolali (tutur.co.id) – Kontingen Indonesia menutup ASEAN Para Games 2025 dengan catatan yang melampaui ekspektasi. Di Bandara Adi Soemarmo, Boyolali, Jawa Tengah, Selasa malam, 27 Januari 2026, para atlet dan ofisial disambut setelah membawa pulang 135 medali emas dari ajang yang digelar di Nakhon Ratchasima, Thailand, pada 21–26 Januari 2026—jauh di atas target awal pemerintah.
Apresiasi disampaikan langsung Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga, Taufik Hidayat, yang menyambut kedatangan kontingen bersama Deputi Chef de Mission Teguh Subroto, Ketua Umum NPC Indonesia Senny Marbun, serta sejumlah kepala daerah. Kontingen tiba dalam dua kloter, masing-masing pada Selasa petang dan Rabu dini hari, menandai berakhirnya perjuangan panjang para atlet di ajang olahraga disabilitas terbesar di Asia Tenggara itu.
Menurut Taufik, capaian tersebut menjadi bukti kerja keras seluruh elemen tim. Indonesia mengoleksi total 135 emas, 143 perak, dan 114 perunggu, melampaui target 82 emas, 77 perak, dan 77 perunggu. “Yang pasti, kami merasa bersyukur, karena atlet dan ofisial sudah tiba di Tanah Air dengan selamat. Kami mewakili pemerintah mengucapkan selamat atas raihan medali 135 emasnya,” kata Taufik Hidayat, Selasa, 27 Januari 2026.
Ia menegaskan bahwa seluruh peraih medali patut mendapat penghormatan yang sama. “Bagi yang mendapatkan medali perak dan perunggu, mereka tetap menjadi juara. Mereka tetap menjadi inspirasi kita. Dengan segala kekurangan, mereka tetap harus kita tiru semangatnya,” ujar mantan atlet bulu tangkis nasional itu.
Ketua Umum NPC Indonesia, Senny Marbun, menyebut keberhasilan ini tak lepas dari dukungan pemerintah sejak awal keberangkatan. “Kami berangkat ke Thailand atas restu dari Bapak Presiden. Selain itu, Pak Menteri juga turut mendampingi kami saat bertanding di Thailand, memberi motivasi yang luar biasa sehingga kami bisa mendapatkan hal yang luar biasa,” kata Senny. Ia menambahkan, “Kami berhasil mendapatkan 135 medali emas, padahal kami hanya ditargetkan mendapatkan 82 emas. Namun, akhirnya bisa melampaui target tersebut. Ini hasil yang luar biasa.”
Di antara para atlet, nama Jendi Pangabean menjadi sorotan. Peraih tujuh emas dari cabang para renang itu mengaku terharu bisa kembali ke Indonesia. “Saya merasa senang dan terharu karena bisa mendarat dengan selamat di Indonesia untuk berkumpul kembali bersama keluarga setelah mengikuti ajang ASEAN Para Games 2025,” ujar atlet asal Muara Enim, Sumatera Selatan tersebut.
Selain Jendi, sejumlah cabang olahraga tampil dominan. Para atletik menjadi penyumbang emas terbanyak dengan 44 emas, disusul para renang dengan 29 emas dan para bulu tangkis dengan 12 emas. Tim para judo Indonesia bahkan menyapu bersih seluruh nomor yang diikuti. “Medali-medali yang didapatkan kontingen Indonesia ini adalah hasil kerja keras semua tim, baik itu atlet, pelatih, ofisial, dan juga dukungan dari NPC Indonesia,” kata Jendi, menegaskan bahwa prestasi ini lahir dari kerja kolektif.

