Close Menu
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Facebook X (Twitter) Instagram
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Indeks
Trending
  • Tiga Faktor yang Bisa Membuat Tembok Baja Spanyol Ambruk
  • Iran Sebut AS Telah Menginjak-injak Pasal 2 Ayat 4 Piagam PBB
  • Anak Hotman Luapkan Kekecewaan, Sindir Ayahnya Jadi Pengacara Febrie
  • Tutur PoV: Jangan Biarkan Penegakan Hukum Berubah Menjadi “Jeruk Makan Jeruk”
  • Bocoran Mobil Baru yang Bakal Meluncur di GIIAS 2026, Siapa Bakal Jadi Primadona?
  • Tragedi KM Nurul Salsa di Selayar: 25 Penumpang Masih Hilang, Armada Pencarian Diperkuat
  • Mampukah Messi Menaklukkan Negeri yang Membesarkan Namanya?
  • Pasca Bencana Hidrometeorologi, Pemerintah Aceh Kerja Keras Pulihkan Akses Jalan
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
tutur.co.idtutur.co.id
Home»Sport»Jonatan Christie Dipaksa Kerja Keras di Babak Pertama All England 2026

Jonatan Christie Dipaksa Kerja Keras di Babak Pertama All England 2026

Sport Deba Salamah05 Maret 2026 / 05:05 WIB
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Pebulutangkis Jonatan Christie (PBSI)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Birmingham (Tutur.co.id)- Tunggal putra Indonesia Jonatan Christie harus bekerja keras pada babak pertama All England 2026. Ia dipaksa bermain hingga rubber game sebelum akhirnya mengalahkan wakil Singapura Jia Heng Jason Teh dengan skor 21-11, 10-21, dan 21-15.

Pertandingan yang berlangsung di Utilita Arena Birmingham, Inggris, Rabu (4/3/2026) malam itu berjalan selama sekitar satu jam. Usai laga, Jonatan mengaku sempat kesulitan beradaptasi dengan kondisi lapangan. Menurutnya, shuttlecock terasa cukup berat sehingga permainan membutuhkan tenaga lebih besar.

“Saya tidak menyangka shuttlecock-nya lumayan berat dan tidak ada angin. Kondisinya mirip dengan All England 2024, tapi laju bolanya lebih lambat,” ujar Jonatan.

Ia menambahkan, kondisi tersebut membuat pemain harus lebih sering menggunakan power dalam setiap pukulan.

“Jadi memang harus lebih banyak menggunakan tenaga. Harus lebih sabar dan lebih tenang. Beberapa kali pukulan tidak pas, misalnya saat smash bolanya terasa agak berhenti,” katanya.

Jonatan juga mengungkapkan bahwa dirinya telah melakukan persiapan serius sebelum tampil di turnamen bulu tangkis tertua di dunia tersebut.

“All England adalah salah satu turnamen yang menjadi target saya. Ini event besar dengan poin yang juga cukup besar. Setelah India Open, yang menjadi turnamen terakhir saya, fokusnya memang lebih banyak ke persiapan menuju ke sini, baik secara psikologis, fisik, maupun cara bermain,” jelasnya.

Juara All England 2024 itu juga menilai bahwa kejutan-kejutan di turnamen ini merupakan hal yang wajar mengingat tekanan pertandingan yang besar.

“Di tunggal putra memang banyak kejutan. Inilah maksudnya big event, tekanannya pasti ada, apalagi di pertandingan pembuka, selalu tidak mudah,” ujar Jonatan.

Menurutnya, para pemain biasanya masih harus mencari ritme permainan di laga awal, sementara kekuatan pemain di sektor tunggal putra kini juga semakin merata.

Baca Juga  Jonatan Christie Tersingkir dari All England 2026

“Kita masih harus mencari situasi dan feel permainan lagi. Lawan-lawan sekarang juga jauh lebih merata. Banyak pemain bagus, juga pemain muda yang kuat, jadi siapa pun bisa menang,” katanya.

Karena itu, Jonatan menegaskan bahwa setiap pertandingan di All England harus dianggap seperti partai final.

All England 2026 Bulutangkis Jonatan Christie
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleIndonesia Ekspor Perdana 2.280 Ton Beras Premium ke Arab Saudi
Next Article Joan Mir Ikut Tari Kecak, Rasakan Budaya Bali di Tengah Kesibukan MotoGP

Berita Lainnya

Hasil Lengkap Juara Tenis Wimbledon 2026, Jannik Sinner Bersanding dengan Linda Noskova

14 Juli 2026 / 17:27 WIB

Comeback Tragis! Saatnya McGregor Tinggalkan Gemerlap UFC

14 Juli 2026 / 16:43 WIB

Qarrar Firhand Juara WSK Euro Series 2026, Pertama dalam Sejarah Indonesia

13 Juli 2026 / 13:08 WIB

Menanti Debut Janice Tjen di Tenis Wimbledon, Lawan Leylah Fernandez

29 Juni 2026 / 15:46 WIB

Timnas Voli Putra Indonesia Ukir Sejarah Juara AVC Men’s Cup 2026

29 Juni 2026 / 10:50 WIB

Sejarah! Bogor Hornbills Juara IBL 2026 Usai Tumbangkan Pelita Jaya di Final Dramatis Game 5

29 Juni 2026 / 09:52 WIB
Form Komentar Cancel Reply

Scaloni Akui Argentina Beruntung, tapi Keputusannya Justru Menuai Kontradiksi

Deba Salamah12 Juli 2026 / 14:00 WIB

Tiga Faktor yang Bisa Membuat Tembok Baja Spanyol Ambruk

19 Juli 2026 / 02:00 WIB

Iran Sebut AS Telah Menginjak-injak Pasal 2 Ayat 4 Piagam PBB

18 Juli 2026 / 19:50 WIB

Anak Hotman Luapkan Kekecewaan, Sindir Ayahnya Jadi Pengacara Febrie

18 Juli 2026 / 19:37 WIB

Tutur PoV: Jangan Biarkan Penegakan Hukum Berubah Menjadi “Jeruk Makan Jeruk”

18 Juli 2026 / 19:30 WIB

Bocoran Mobil Baru yang Bakal Meluncur di GIIAS 2026, Siapa Bakal Jadi Primadona?

18 Juli 2026 / 19:25 WIB

Copyright @ PT Tutur Media Digital

Bertutur Berdasar Fakta dan Data

Instagram TikTok X (Twitter) YouTube Facebook

Tentang
Redaksi
Alamat dan Kontak
Kode Perilaku Perusahaan

Disclaimer
Kode Etik
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.