Jakarta (tutur.co.id) — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan melanjutkan penguatan pada perdagangan Kamis (2/4/2026), seiring membaiknya sentimen global.
Pada penutupan perdagangan Rabu (1/4/2026), IHSG berhasil rebound dan menguat signifikan 1,93% ke level 7.184,4. Penguatan ini terjadi setelah tekanan dalam beberapa hari sebelumnya, didorong oleh optimisme pasar global terkait meredanya konflik antara Amerika Serikat dan Iran.
Harapan tersebut menguat setelah Presiden AS, Donald Trump, mengisyaratkan bahwa negaranya berpotensi keluar dari konflik dalam waktu dua hingga tiga pekan ke depan.
Dari sisi sektoral, saham sektor industri mencatatkan kenaikan tertinggi sebesar 6,11%, sementara sektor kesehatan menjadi satu-satunya yang ditutup melemah tipis 0,2%. Di pasar valuta asing, nilai tukar rupiah turut menguat 0,09% ke level Rp16.975 per dolar AS.
Secara teknikal, analis Phintraco Sekuritas menilai IHSG masih memiliki ruang untuk melanjutkan penguatan.
“IHSG berpeluang melanjutkan rebound dan menguji level resistance di kisaran 7.200 hingga 7.300,” tulis Phintraco dalam risetnya.
Meski demikian, sejumlah indikator domestik masih menunjukkan perlambatan. Indeks manufaktur yang dirilis S&P Global tercatat turun ke level 50,1 pada Maret 2026 dari 53,8 pada Februari, meskipun masih berada di zona ekspansi.
Selain itu, surplus neraca perdagangan Indonesia pada Februari 2026 tercatat sebesar US$1,28 miliar, menurun dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar US$3,09 miliar. Namun, angka tersebut masih lebih baik dibandingkan surplus Januari 2026 sebesar US$0,96 miliar.
Dari sisi inflasi, tekanan harga menunjukkan tren melandai. Inflasi Maret 2026 tercatat sebesar 0,41% secara bulanan dan 3,48% secara tahunan, lebih rendah dibandingkan Februari yang masing-masing sebesar 0,68% dan 4,76%.
Di pasar global, mayoritas indeks saham di Asia dan Eropa bergerak menguat, seiring meningkatnya optimisme investor terhadap potensi de-eskalasi konflik geopolitik.
Pelaku pasar kini juga menantikan pidato resmi Presiden Trump yang dijadwalkan disampaikan kepada publik AS, yang diperkirakan akan memberikan arah baru terkait perkembangan situasi Iran.
Untuk perdagangan hari ini, Phintraco Sekuritas merekomendasikan sejumlah saham pilihan, antara lain MNCN, HRTA, JPFA, BUVA, dan CDIA.

