Jakarta (Tutur.co.id) – Presiden Prabowo Subianto menunjuk Mayor Jenderal TNI (Purn), Prihati Pujowaskito, sebagai direktur utama (dirut) BPJS Kesehatan periode 2026-2031 menggantikan Ali Ghufron Mukti.
Penetapan kepemimpinan baru BPJS Kesehatan dilakukan melalui Keputusan Presiden Nomor 17/P Tahun 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Dewan Pengawas dan Keanggotaan Direksi BPJS Kesehatan. Masa jabatan direksi berlaku selama lima tahun.
“Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menetapkan pengangkatan Dewan Pengawas serta Direksi BPJS Kesehatan periode 2026-2031 melalui Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 17/P Tahun 2026,” demikian keterangan resmi BPJS Kesehatan, Kamis (19/2).
Lalu siapa sosok Prihati Pujowaskito? Pria kelahiran Solo 29 Maret 1967 ini merupakan Mayjen TNI (Purnawirawan) dengan latar belakang sebagai dokter spesialis jantung dan pembuluh darah (kardiologi).
Prihati memiliki latar belakang pendidikan yang kuat di bidang kedokteran dan manajemen kesehatan dengan menempuh S1 Kedokteran, Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta dan lulus 1994.
Ia juga menekuni spesialis Jantung dan Pembuluh Darah di Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (UNAIR) Surabaya dan lulus 2007. Lalu menamatkan Magister Manajemen Rumah Sakit tahun 2015 dan menyandang Doktor Hukum Kesehatan pada 2021.
Karier profesionalnya dimulai dari lingkungan kesehatan militer. Ia sempat menjadi dokter Komando Pasukan Khusus (Kopassus) selama sekitar satu dekade di awal kariernya. Lalu ia menjadi spesialis jantung di beberapa rumah sakit diantaranya di RS TNI AD Dustira Cimahi (2000–2006).
Ia juga pernah menjabat sebagai Kepala Departemen Jantung di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta (2018–2021), Direktur Pengawasan Medik di RSPAD Gatot Soebroto (2021–2022), Dosen Fakultas Kedokteran, Universitas Jenderal Achmad Yani (UNJANI) dan Dekan Fakultas Kedokteran Militer, Universitas Pertahanan Republik Indonesia (Unhan) pada 2025.
Kariernya yang tidak hanya di bidang militer namun juga di dunia medis ini yang membuat dirinya dipercaya untuk memimpin BPJS Kesehatan. Pengangkatannya menjadi Dirut menggantikan pejabat sebelumnya menunjukkan dorongan pemerintah untuk memperkuat tata kelola dan kesinambungan layanan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
Direksi BPJS Kesehatan masa jabatan 2026–2031 juga mencakup beberapa direktur lainnya yang ditetapkan bersama Prihati untuk mengawal operasional lembaga tersebut.

