Close Menu
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Facebook X (Twitter) Instagram
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Indeks
Trending
  • Tiga Faktor yang Bisa Membuat Tembok Baja Spanyol Ambruk
  • Iran Sebut AS Telah Menginjak-injak Pasal 2 Ayat 4 Piagam PBB
  • Anak Hotman Luapkan Kekecewaan, Sindir Ayahnya Jadi Pengacara Febrie
  • Tutur PoV: Jangan Biarkan Penegakan Hukum Berubah Menjadi “Jeruk Makan Jeruk”
  • Bocoran Mobil Baru yang Bakal Meluncur di GIIAS 2026, Siapa Bakal Jadi Primadona?
  • Tragedi KM Nurul Salsa di Selayar: 25 Penumpang Masih Hilang, Armada Pencarian Diperkuat
  • Mampukah Messi Menaklukkan Negeri yang Membesarkan Namanya?
  • Pasca Bencana Hidrometeorologi, Pemerintah Aceh Kerja Keras Pulihkan Akses Jalan
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
tutur.co.idtutur.co.id
Home»Market»Bursa Asia Rontok Awal Pekan, Ancaman Trump ke Iran Picu Kepanikan Global

Bursa Asia Rontok Awal Pekan, Ancaman Trump ke Iran Picu Kepanikan Global

Market Gusti Tetiro23 Maret 2026 / 12:28 WIB
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Presiden Amerika Serikat Donald Trump (Foto: whitehouse.go)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Jakarta (tutur.co.id) — Pasar saham Asia-Pasifik dibuka dalam tekanan tajam pada awal pekan ini, Senin (23/3/2026), seiring meningkatnya ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran. Sentimen global memburuk setelah pernyataan keras dari Donald Trump yang mengancam akan menghancurkan fasilitas listrik Iran jika Selat Hormuz tidak segera dibuka kembali.

Selat Hormuz sendiri merupakan jalur vital distribusi energi dunia, yang menjadi titik transit utama bagi sekitar seperlima pasokan minyak global. Ancaman terhadap jalur ini langsung memicu kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan pasokan energi dan lonjakan harga komoditas.

Respons keras datang dari pihak Iran. Ketua parlemen Mohammad Baqer Qalibaf memperingatkan bahwa setiap serangan terhadap Iran akan dibalas dengan menargetkan infrastruktur energi di seluruh kawasan Timur Tengah. Bahkan, ancaman diperluas ke sektor keuangan global, termasuk potensi penargetan terhadap pihak-pihak yang membeli obligasi pemerintah AS.

Eskalasi tersebut segera tercermin di pasar saham Asia. Indeks Nikkei 225 anjlok sekitar 4% pada awal perdagangan, diikuti Topix yang turun 2,8%. Di Korea Selatan, Kospi merosot 4,6% dan Kosdaq melemah 3,7%.

Tekanan juga merambah pasar Australia, dengan S&P/ASX 200 turun lebih dari 1,8%. Sementara itu, indeks Hang Seng Index diperkirakan turut dibuka di zona merah, mencerminkan sentimen risk-off yang meluas di kawasan.

Di tengah gejolak tersebut, pergerakan harga minyak dunia menunjukkan dinamika yang beragam. Harga minyak Brent crude tercatat turun tipis 0,37% ke level US$111,78 per barel, meski sebelumnya sempat menyentuh level tertinggi sejak pertengahan 2022. Sebaliknya, minyak West Texas Intermediate (WTI) masih menguat tipis 0,11% ke posisi US$98,34 per barel.

Tarik-menarik sentimen antara eskalasi konflik dan rencana pelonggaran sanksi terhadap Iran menjadi faktor utama yang memengaruhi arah harga minyak. Di satu sisi, konflik meningkatkan risiko gangguan pasokan, namun di sisi lain potensi tambahan suplai dari Iran menahan kenaikan harga lebih lanjut.

Baca Juga  Kelangkaan Solar, DPR Desak Dirut Pertamina Turun ke Jalan

Sentimen negatif sebenarnya telah lebih dulu muncul dari pasar Amerika Serikat. Pada penutupan pekan lalu, indeks utama S&P 500 turun lebih dari 1,5% dan jatuh di bawah rata-rata pergerakan 200 hari. Dow Jones Industrial Average mencatat penurunan selama empat pekan berturut-turut, sementara Nasdaq Composite melemah sekitar 2%.

Kondisi ini mencerminkan meningkatnya kekhawatiran investor terhadap risiko eskalasi konflik yang lebih luas. Ketidakpastian geopolitik kini kembali menjadi faktor dominan yang menggerakkan pasar global, terutama di tengah sensitivitas tinggi terhadap harga energi dan stabilitas ekonomi dunia.

bursa Asia harga minyak headline konflik AS Iran pasar global
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleVideo: Soroti Tambang Ilegal, Prabowo Pertanyakan Pengawasan Aparat
Next Article Prabowo Tegaskan MBG Berlanjut, Daripada Uangnya Habis Dikorupsi

Berita Lainnya

Iran Sebut AS Telah Menginjak-injak Pasal 2 Ayat 4 Piagam PBB

18 Juli 2026 / 19:50 WIB

Tutur PoV: Jangan Biarkan Penegakan Hukum Berubah Menjadi “Jeruk Makan Jeruk”

18 Juli 2026 / 19:30 WIB

Bocoran Mobil Baru yang Bakal Meluncur di GIIAS 2026, Siapa Bakal Jadi Primadona?

18 Juli 2026 / 19:25 WIB

Pasca Bencana Hidrometeorologi, Pemerintah Aceh Kerja Keras Pulihkan Akses Jalan

18 Juli 2026 / 18:39 WIB

OPINI: Takdir di Balik Lionel Messi, Memandikan Bayi Lamine Yamal 19 Tahun Lalu, Kini Keduanya Berhadapan di Final Piala Dunia 2026

18 Juli 2026 / 18:19 WIB

Review Lengkap Samsung Galaxy A27 5G: Keunggulan, Kekurangan dan Harganya

18 Juli 2026 / 16:04 WIB
Form Komentar Cancel Reply

Prabowo Siap Keluar dari Dewan Perdamaian Jika Palestina Tidak Merdeka

Deba Salamah04 Februari 2026 / 03:00 WIB

Tiga Faktor yang Bisa Membuat Tembok Baja Spanyol Ambruk

19 Juli 2026 / 02:00 WIB

Iran Sebut AS Telah Menginjak-injak Pasal 2 Ayat 4 Piagam PBB

18 Juli 2026 / 19:50 WIB

Anak Hotman Luapkan Kekecewaan, Sindir Ayahnya Jadi Pengacara Febrie

18 Juli 2026 / 19:37 WIB

Tutur PoV: Jangan Biarkan Penegakan Hukum Berubah Menjadi “Jeruk Makan Jeruk”

18 Juli 2026 / 19:30 WIB

Bocoran Mobil Baru yang Bakal Meluncur di GIIAS 2026, Siapa Bakal Jadi Primadona?

18 Juli 2026 / 19:25 WIB

Copyright @ PT Tutur Media Digital

Bertutur Berdasar Fakta dan Data

Instagram TikTok X (Twitter) YouTube Facebook

Tentang
Redaksi
Alamat dan Kontak
Kode Perilaku Perusahaan

Disclaimer
Kode Etik
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.