Jakarta (Tutur.co.id) – Aktivis KontraS Andrie Yunus saat ini masih menjalani perawatan intensif akibat serangan air keras pada Jumat dini hari lalu. Hal itu disampaikan Anies Baswedan yang beberapa Waktu lalu menemui keluarga Andrie Yunus.
“Kami berjumpa dengan orang tuanya, ayah, ibu, dan adiknya, karena Andrie masih dalam proses recovery ya isolasi, tidak bisa berinteraksi dengan siapapun juga kecuali tim medis karena resiko infeksi yang sangat tinggi,” kata Anies Baswedan.
Anies juga mengutuk keras aksi penyerangan terhadap para aktivis yang dianggapnya sebagai bentuk kemunduran demokrasi. Anies juga tanpa segan-segan menyebut kasus ini sebagai tindakan brutal dan biadab.
“Melihat kasus ini berarti masih ada sebagian yang memandang kritik itu sebagai ancaman. Padahal kritik itu adalah pengawasan. Nah, karena orang yang memandang kritik sebagai ancaman itu maka kemudian muncul peristiwa seperti ini,” kata Anies.
Lebih lanjut Anies mengatakan, dari kasus ini pemerintah harus menjaga, melindungi dan menuntaskan kasus ini sampai selesai agar demokrasi tidak mengalami kemunduran.
“Negara, pemerintah, harus melindungi supaya kehidupan demokrasi kita tidak mengalami kemunduran. Dan kita bersyukur, bangga masih banyak aktivis-aktivis seperti Andrie itu optimisnya. Tapi di sisi lain, serangan seperti ini menunjukkan bahwa masih ada unsur dalam bangsa kita yang sanggup melakukan kekerasan yang biadab, yang brutal seperti yang dialami oleh Andri akibat ada kritik. Nah ini bahaya,” beber Anies.
Terakhir Anies menambahkan, tak hanya pelaku yang dikejar namun juga perlu mendalami adanya kemungkinan dalang atau pemberi perintah dalam kasus penyiraman air keras pada aktivis KontraS tersebut.
Sebelumnya, Andrie Yunus tak berapa lama setelah kejadian harus menjalani beberapa operasi karena mengalami luka bakar 24 persen termasuk harus menjalani operasi pada matanya.

