Jakarta (Tutur.co.id) — Pemerintah Iran menyatakan tidak lagi mempercayai jalur diplomasi dengan Amerika Serikat di tengah meningkatnya eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah. Pernyataan itu disampaikan Kedutaan Besar Iran di Jakarta bersamaan dengan pengumuman penunjukan pemimpin tertinggi baru negara tersebut.
Dalam keterangan resminya, Kedutaan Besar Iran menyebut Majelis Khobregan Kepemimpinan telah memilih Mojtaba Hosseini Khamenei sebagai Pemimpin Tertinggi ketiga Republik Islam Iran. Pemilihan berlangsung di tengah situasi keamanan yang masih bergejolak setelah serangkaian serangan yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel.
Kedubes Iran menyatakan Mojtaba memperoleh dukungan kuat dalam pemungutan suara internal lembaga ulama tersebut.
“Pemilihan ini sekali lagi membuktikan bahwa Republik Islam Iran tidak bergantung pada satu individu, melainkan merupakan sebuah sistem yang berlandaskan supremasi hukum, suara rakyat, dan nilai-nilai Ilahi,” demikian pernyataan pers Kedutaan Besar Iran di Jakarta, Senin, 9 Maret 2026.
Dalam kesempatan yang sama, Iran juga mengumumkan bahwa Operasi Janji Setia 4 (Va’deh Sadegh 4) telah memasuki tahap ke-30 di bawah komando kepemimpinan Mojtaba Khamenei. Operasi tersebut, menurut Kedubes Iran, dilancarkan terhadap wilayah yang mereka sebut sebagai wilayah Zionis Israel.
Teheran juga mengutuk keras serangan yang dilakukan Amerika Serikat dan Israel yang disebut telah menewaskan pemimpin tertinggi sebelumnya, Ali Khamenei, bersama sejumlah pejabat tinggi Iran serta ratusan warga sipil. Kedutaan Iran menyebut lebih dari 1.300 anak-anak dan warga sipil telah menjadi korban dalam serangan tersebut, termasuk 175 siswi sekolah dasar di Kota Minab.
Selain korban jiwa, Iran juga mencatat kerusakan besar pada infrastruktur sipil. Kedutaan Iran menyebut sedikitnya 9.669 target sipil telah hancur, termasuk ribuan rumah tinggal, pusat perdagangan, fasilitas kesehatan, sekolah, serta bangunan milik organisasi kemanusiaan.
Pemerintah Iran menilai tindakan militer tersebut sebagai ancaman serius terhadap stabilitas regional dan internasional.
“Angkatan Bersenjata Iran akan menggunakan seluruh kemampuannya untuk menghadapi agresi ini hingga dihentikan atau hingga Dewan Keamanan PBB menjalankan tugasnya sesuai Pasal 39 Piagam PBB,” kata Kedubes Iran.
Di tengah situasi tersebut, Teheran menyatakan kekecewaan mendalam terhadap Washington dan menegaskan tidak lagi percaya pada jalur diplomasi dengan Amerika Serikat.
“Ini adalah kali ketiga Amerika Serikat mengkhianati diplomasi dan negosiasi dengan Republik Islam Iran, setelah penarikan sepihak dari JCPOA pada tahun 2018 dan serangan pada Juni 2025 di tengah proses perundingan,” demikian pernyataan Kedubes Iran.

