Yerusalem (Tutur.co.id) – Juru bicara militer Israel, Kamal Panhasi, menyampaikan update terbaru serangan gabungan Amerika Serikat (AS) dan Israel ke wilayah Iran. Menurut Panhasi, pada Senin kemarin Israel menargetkan tiga provinsi di Iran sebagai target utama serangan.
Hal itu disampaikan Panhasi lewat sebuah video yang diunggah di akun media social X miliknya. Panhasi mengumumkan bahwa militer Israel secara bersamaan melancarkan gelombang serangan terhadap markas dan pusat produksi yang terkait dengan Republik Islam di beberapa titik.
Menurutnya, puluhan pesawat tempur Israel dengan menggunakan lebih dari 170 amunisi menyerang infrastruktur pemerintah Iran di 3 provinsi yakni Teheran, Isfahan, dan Fars.
Panhasi menambahkan bahwa di Teheran, markas salah satu unit yang terkait dengan Pasukan Quds dari Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) menjadi sasaran serangan.
Unit tersebut, menurutnya, bertanggung jawab mengelola jaringan yang ia sebut sebagai “lengan teroris” Republik Islam, memperkuat aktivitas rahasia, merencanakan operasi, serta memindahkan peralatan dan sumber daya keuangan di Timur Tengah.
Ia juga mengatakan bahwa di Isfahan, sebuah lokasi produksi dan penyimpanan rudal yang disebut telah dipersiapkan untuk menargetkan pesawat Israel, bersama beberapa sistem pertahanan udara, juga menjadi sasaran serangan.
Begitu juga dengan Provinsi Fars yang menjadi target serangan karena selama ini dikenal sebagai salah satu daerah industrik minyak dan gas alam. Selain itu, markas komando regional militer (Artesh) juga berada di Provinsi Fars.
Dan Provinsi Fars juga menjadi markas bagi Sepah-e Fajr, komando provinsial IRGC yang bertanggung jawab atas keamanan internal dan pertahanan wilayah tersebut.

